Sabtu, 24 Oktober 2026
ID EN AR
ID EN AR

Anwar Abbas Soroti Yiwu, Pusat Perdagangan Dunia yang Bisa Jadi Inspirasi Indonesia

Oleh timredaksi • • 2 Menit Min
Anwar Abbas Soroti Yiwu, Pusat Perdagangan Dunia yang Bisa Jadi Inspirasi Indonesia

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YIWU – Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Anwar Abbas, menyoroti potensi Kota Yiwu, Provinsi Zhejiang, Tiongkok, sebagai pusat perdagangan grosir berskala global yang dapat menjadi referensi bagi pengembangan usaha dan penguatan daya saing pelaku usaha Muhammadiyah.

Hal tersebut disampaikan Anwar Abbas saat mendampingi sekitar 50 anggota Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) yang memulai kunjungan ke Yiwu pada Rabu (21/10). Kota yang berada di wilayah timur Tiongkok tersebut dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan grosir terbesar di dunia.

Menurut Anwar, posisi Yiwu yang relatif dekat dengan sejumlah kota besar, seperti Hangzhou, Shanghai, dan Ningbo, menjadi salah satu faktor yang mendukung perkembangan kota tersebut sebagai pusat perdagangan internasional.

“Salah satu daya tarik utama Yiwu adalah International Trade City atau Pasar Yiwu,”jelasnya.

Kawasan perdagangan ini memiliki luas sekitar 6,4 juta meter persegi, terbagi dalam lima distrik besar, dan menampung lebih dari 75.000 stan pemasok yang menawarkan beragam jenis produk.

Anwar menjelaskan, kekuatan Yiwu tidak hanya terletak pada skala pasarnya, tetapi juga pada ekosistem perdagangan dan industri yang terintegrasi. Produsen, pemasok, dan distributor dapat terhubung dalam satu kawasan sehingga pembeli memiliki kesempatan untuk bertransaksi langsung dengan produsen tanpa harus melalui banyak perantara.

Kondisi tersebut turut mendukung efisiensi rantai pasok dan memungkinkan harga produk menjadi lebih kompetitif. Bagi pelaku usaha, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), ekosistem semacam ini memberikan peluang untuk mendapatkan barang dengan harga yang lebih terjangkau.

Selain itu, Yiwu menawarkan kemudahan bagi pembeli melalui kebijakan jumlah pemesanan minimum atau minimum order quantity (MOQ) yang relatif rendah pada sejumlah produk.

“Skema tersebut membuka kesempatan bagi pengusaha bermodal terbatas untuk memulai transaksi dan mengembangkan jaringan bisnis,”ungkapnya.

Dari sisi distribusi, Yiwu juga didukung akses menuju pelabuhan laut Ningbo dan Shanghai serta konektivitas kereta barang internasional yang menghubungkan Tiongkok dengan sejumlah negara di Asia Tengah dan Eropa. Infrastruktur tersebut mendukung kelancaran distribusi barang ke berbagai pasar internasional, termasuk Indonesia.

Bagi Anwar, pengalaman mengamati ekosistem perdagangan Yiwu dapat menjadi bahan pembelajaran bagi pelaku usaha Muhammadiyah dalam membangun jaringan bisnis, meningkatkan efisiensi distribusi, serta memperluas akses terhadap pasar global.

Kunjungan anggota SUMU ini juga membuka ruang bagi pelaku usaha untuk mempelajari secara langsung bagaimana integrasi antara pemasok, produsen, infrastruktur logistik, dan akses perdagangan dapat mendukung pertumbuhan aktivitas ekonomi.

Anwar pun mengajukan pertanyaan reflektif mengenai peluang Indonesia membangun pusat perdagangan dengan ekosistem terintegrasi seperti Yiwu.

“Pertanyaannya, kapankah Indonesia akan bisa punya kota seperti Yiwu? Jawabnya tidak tahu,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan pusat perdagangan berskala global membutuhkan ekosistem usaha yang kuat, efisiensi rantai pasok, dukungan infrastruktur, serta keterhubungan antara produsen dan pasar.

Tinggalkan Balasan