Sabtu, 3 Oktober 2026
ID EN AR
ID EN AR

Bukan Sekadar Hemat Listrik, Kantor PP Muhammadiyah Jakarta Lakukan Audit Energi

Oleh aanardianto • • 2 Menit Min
Bukan Sekadar Hemat Listrik, Kantor PP Muhammadiyah Jakarta Lakukan Audit Energi

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Muhammadiyah memandang penghematan energi bukan semata soal mengurangi biaya listrik. Penghematan energi merupakan bagian dari nilai yang bersumber dari kesadaran keagamaan sekaligus upaya menjawab persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat saat ini.

“Kita berniat hemat energi bukan semata-mata karena pertimbangan ekonomi dan praktis, tapi juga karena ada pemahaman ideologis, filosofis, dan doktrin keagamaan yang menjadi kesadaran kita,” ujar Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, M. Izzul Muslimin dalam Kick Off Meeting Audit Energi Gedung PP Muhammadiyah, Rabu (2/9) di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta.

Menurut Izzul, semangat tersebut sejalan dengan spirit KH Ahmad Dahlan ketika mendirikan Muhammadiyah untuk memajukan dan menggembirakan umat. Semangat itu perlu terus dihidupkan dengan menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat pada setiap zaman, termasuk kerusakan lingkungan dan berbagai persoalan keadilan.

“Kalau KH Ahmad Dahlan masih hidup sekarang, saya kira beliau akan melihat persoalan-persoalan yang sekarang kita hadapi, termasuk persoalan kerusakan lingkungan, persoalan keadilan, dan persoalan umat,” ujarnya.

Kepedulian terhadap lingkungan, lanjut Izzul, juga memiliki landasan keagamaan. Ia mengaitkannya dengan firman Allah dalam QS. Al-A’raf ayat 56 yang mengingatkan manusia untuk tidak membuat kerusakan di bumi setelah Allah memperbaikinya. Izzul mengajak upaya hemat energi tidak seharusnya berhenti di lingkungan kantor, tetapi menjadi kebiasaan yang dibawa ke rumah dan kehidupan sehari-hari.

“Bukan masalah listriknya jadi murah, bukan itu tujuan kita, tapi ada nilai-nilai yang kita perjuangkan,” kata Izzul.

Ia mencontohkan penggunaan pendingin ruangan dan listrik secara bijak sebagai kebiasaan sederhana yang perlu dibangun. Gedung PP Muhammadiyah sendiri telah menggunakan panel surya, yang efektivitasnya juga akan dilihat melalui audit ini.

“Panel surya sudah kita pasang. Seberapa efektif panel surya ini, itu juga perlu kita lihat,” ujarnya.

Audit energi tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran PP Muhammadiyah Nomor 5/EDR/I.0/B/2026 tentang Imbauan Efisiensi dan Budaya Hidup Hemat yang diterbitkan pada 21 April 2026. Pada poin keenam, surat edaran itu mengimbau, “Penghematan air, listrik, dan energi di setiap kantor, gedung, dan ruangan. Sebagai alternatif, penghematan listrik dapat dimulai dengan menggunakan panel surya.”

Sementara, Wakil Direktur Program 1000 Cahaya, Sudarto M. Abukasim, mengatakan audit Gedung PP Muhammadiyah merupakan audit keempat di lingkungan Muhammadiyah, setelah RS PKU Muhammadiyah Gamping Yogyakarta, RS Islam Jakarta Sukapura, dan RS Islam Jakarta Pondok Kopi. Tim akan melihat penggunaan listrik, pendingin ruangan, pencahayaan, sistem kelistrikan, serta panel surya.

Bersamaan dengan itu, Auditor Energi Senior 1000 Cahaya, Ruby Dharmapala, menjelaskan bahwa audit energi merupakan bagian dari manajemen energi yang memiliki standar. Pelaksanaannya mengacu pada SNI ISO 50001 tentang sistem manajemen energi dan SNI ISO 50002 tentang audit energi, sehingga proses pemeriksaan dilakukan secara terukur.

Hasil audit nantinya diharapkan menjadi dasar perbaikan pengelolaan energi di Gedung PP Muhammadiyah sekaligus menjadi pembelajaran bagi lingkungan Persyarikatan untuk membangun budaya hemat energi, dari kantor hingga kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan