Sabtu, 3 Oktober 2026
ID EN AR
ID EN AR

Muhammadiyah dan Polda Jateng Bersinergi Perkuat Deteksi Dini Kaki Pengkor pada Bayi

Oleh timredaksi • • 3 Menit Min
Muhammadiyah dan Polda Jateng Bersinergi Perkuat Deteksi Dini Kaki Pengkor pada Bayi

MUHAMMADIYAH.OR.ID, SEMARANG — Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melalui program Mentari Clubfoot memperluas upaya penanganan Congenital Talipes Equinovarus (CTEV) atau kaki pengkor pada bayi dengan menggandeng Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman dan peluncuran program “Polda Jateng Peduli CTEV” di Gedung Borobudur Polda Jawa Tengah, pada Kamis (13/8).

Kerja sama ini diarahkan untuk mempercepat penemuan kasus secara dini (early detection) sekaligus memastikan bayi yang mengalami CTEV mendapatkan penanganan medis sedini mungkin. Jaringan kepolisian hingga tingkat desa dan kelurahan dinilai dapat memperluas jangkauan edukasi dan membantu menemukan kasus yang selama ini belum teridentifikasi.

Dalam tiga tahun terakhir, Mentari Clubfoot MPKU PP Muhammadiyah telah menangani ratusan pasien dari sejumlah kabupaten di Jawa Tengah. Namun, jumlah tersebut diyakini belum mencerminkan keseluruhan kasus karena masih terdapat bayi dengan CTEV yang belum terdeteksi atau terlambat mendapatkan rujukan.

Wakil Ketua I MPKU PP Muhammadiyah, Fachmi Idris, mengatakan kaki pengkor merupakan kelainan bawaan yang dapat dikoreksi dengan hasil sangat baik apabila ditemukan dan ditangani sejak dini. Tantangan yang masih dihadapi adalah rendahnya literasi masyarakat serta keterlambatan membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Menurut Fachmi, keterlibatan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan program. Sebab, personel Bhabinkamtibmas memiliki kedekatan dengan masyarakat hingga tingkat akar rumput.

“Muhammadiyah konsisten mengutamakan pelayanan kepada masyarakat, terutama pelayanan kesehatan melalui Majelis Pembinaan Kesehatan Umum. Salah satu program yang diinisiasi tiga tahun lalu adalah Mentari Clubfoot, program bantuan penanganan CTEV pada bayi. Ini menjadi bukti kepedulian Muhammadiyah terhadap masa depan anak Indonesia,” ujarnya.

Fachmi menjelaskan, selama tiga tahun berjalan, Mentari Clubfoot telah membantu banyak anak yang lahir dengan kondisi CTEV, khususnya di Jawa Tengah. Kendati demikian, masih terdapat anak-anak lain yang membutuhkan pertolongan tetapi belum teridentifikasi.

“Kami berharap kolaborasi dan sinergi bersama Polda Jawa Tengah dapat menjangkau pasien di berbagai daerah melalui Bhabinkamtibmas yang hadir sampai kampung dan desa,” katanya.

Melalui pembekalan dan pelatihan skrining dasar bersama Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dan Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Indonesia (PABOI), personel Bhabinkamtibmas dibekali pemahaman untuk mengenali tanda awal CTEV sekaligus memberikan edukasi dasar kepada orang tua.

Anak yang terdeteksi mengalami CTEV selanjutnya akan masuk dalam sistem rujukan terpadu menuju rumah sakit jaringan Muhammadiyah-‘Aisyiyah maupun Rumah Sakit Bhayangkara di jajaran Polda Jawa Tengah. Pasien kemudian mendapatkan penanganan medis menggunakan metode Ponseti secara tepat dan berkelanjutan.

Fachmi menegaskan, kolaborasi tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan sosial sesaat, tetapi diarahkan menjadi gerakan kemanusiaan yang menyentuh masa depan anak.

“Kaki pengkor dapat disembuhkan. Tidak boleh ada lagi anak di Jawa Tengah yang mengalami disabilitas permanen hanya karena terlambat terdeteksi. Bersama Biddokkes Polda Jawa Tengah, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial, MPKU PP Muhammadiyah siap memastikan setiap anak mendapatkan akses medis yang layak sedini mungkin,” ungkapnya.

Kapolda Jawa Tengah, Ribut Hari Wibowo, mengapresiasi langkah Muhammadiyah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk penanganan CTEV. Menurutnya, persoalan kaki pengkor membutuhkan perhatian bersama melalui kolaborasi antara pemerintah, kepolisian, tenaga kesehatan, dan organisasi kemasyarakatan.

“Kami berterima kasih kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dalam hal ini Majelis Pembinaan Kesehatan Umum, yang mengajak bekerja sama dalam menangani kasus CTEV di Jawa Tengah. Kami mengapresiasi langkah Muhammadiyah dalam memberikan bantuan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan,” katanya.

Polda Jawa Tengah, lanjut Ribut, siap mengerahkan Biddokkes dan Bhabinkamtibmas untuk mendukung edukasi serta deteksi dini CTEV pada bayi.

“Ini juga merupakan wujud kepedulian sosial kepolisian terhadap kesejahteraan masyarakat. Dengan diresmikannya program Polda Jateng Peduli CTEV, kita berharap bersama-sama dapat membantu menjaga masa depan anak-anak Indonesia,” tegasnya.

Melalui sinergi pendekatan medis, pemetaan sosial, serta jejaring kepolisian hingga tingkat desa, Mentari Clubfoot MPKU PP Muhammadiyah berharap semakin banyak bayi dengan kaki pengkor dapat ditemukan lebih awal dan memperoleh penanganan yang tepat.

Tinggalkan Balasan