MUHAMMADIYAH.OR.ID, SURAKARTA – Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, hadiri Penutupan Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah. Dalam kesempatan itu, Mu’ti menyampaikan apresiasi mendalam atas keberhasilan kepemimpinan Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah periode 2022-2026 yang diketuai oleh Aryati Dina Puspitasari.
Dan dengan ditunjuknya estafet kepemimpinan baru yang di emban di bawah nahkoda kepemimpinan Monica Subastia selaku Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah periode 2026-2030, Abdul Mu’ti mengapresiasi sekaligus memuju kecerdasan Monica saat menyampaikan sambutan pertamanya di depan seluruh kader Nasyiatul Aisyiyah yang hadir.
“Saya ikuti dengan seksama pidato Ayunda Monica tadi begitu luar biasa menggambarkan seorang pemimpin perempuan yang sangat cerdas. Seorang pemimpin yang saya yakin akan membawa NA benar-benar menjadi gerakan perempuan muda yang berkemajuan, dan berkontribusi dalam membangun peradaban bangsa,” ujar Mu’ti.
Selanjutnya, Mu’ti turut berpesan kepada Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) kedepan agar dapat menjalankan periode baru dengan amanah. Merujuk kepada konsep Al-Quran, Mu’ti menyebut bahwa “Amanah” setidaknya memiliki empat makna penting: kepercayaan (trust), profesionalisme, tanggung jawab, dan beban yang harus dipikul di tengah berbagai tantangan realitas.
“Jangan sampai ada yang lepas, jangan sampai ada yang “mbrodol, mrotoli” (istilah bahasa jawa yang berarti lepas). Kalau dalam istilah bung Karno jangan menjadi pemimpin yang sontoloyo dan jangan loyo. Jadi yang sontoloyo inilah yang merupakan lawan dari Islam berkemajuan,” ucapnya.
Maka dalam menghadapi hal ini, Mu’ti memberikan pesan bahwa kepemimpinan yang amanah dan berenergi harus mengedepankan 3 Prinsip utama atau yang sering ia sebut dengan 3P (Promies, Policy, dan Practice).
“Dengan 3 prinsip itu saya yakin 4 tahun ke depan NA akan terus tampil menjadi perempuan-perempuan muda berkemajuan yang membangun peradaban Indonesia dan peradaban dunia yang berkelanjutan,” tegas Mu’ti.
Mu’ti yang juga menjabat sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Mendikdasmen RI) turut mengajak Nasyiatul Aisyiyah untuk senantiasa bersinergi dengan kementerian. Ia menyebut program prioritas dari kedua belah pihak begitu relevan untuk menghasilkan sinergi pendidikan yang bermutu sebagai agen perubahan bangsa. (Bhisma)






