Jumat, 2 Oktober 2026
ID EN AR
ID EN AR

Irwan Akib Ingatkan Negara Jangan Abai Jika Tak Mau Indonesia Jadi Tambang Data Digital Global

Oleh aanardianto • • 2 Menit Min
Irwan Akib Ingatkan Negara Jangan Abai Jika Tak Mau Indonesia Jadi Tambang Data Digital Global

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Dunia bergeser, dari yang fisik menuju kemudian melebur dengan digital. Situasi ini menjadi ancaman untuk kedaulatan Indonesia dan menjadi salah satu ancaman kolonialisme masa kini.

Menurut Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Irwan Akib, fondasi konseptual menghadapi ancaman kolonialisme modern telah diletakkan oleh Kiai Ahmad Dahlan dengan memaknai kedaulatan dengan kemandirian umat.

“Beliau membuktikan bahwa sebuah bangsa tidak akan pernah dihormati atau benar-benar berdaulat di mata dunia jika urusan domestik, ekonomi, dan pendidikan dasarnya masih bergantung penuh pada belas kasihan bangsa lain,” tulis Irwan pada Sabtu (15/8).

Irwan menjelaskan, kedaulatan sebuah bangsa dalam konteks masa kini tak bisa didefinisikan secara absolut atau tunggal. Sebab dunia tengah dikerubuti berbagai perangkat canggih dari sebuah perkembangan teknologi informasi.

Sebab batas-batas fisik teritorial tak lagi menjadi penghalang– bahkan ruang siber kini menjelma menjadi ruang hibrida yang mempertemukan antara dunia digital dengan realitas fisik, kemudian melebur menjadi satu.

Menurutnya jika negara abai menghadapi pergeseran ini, dikhawatirkan Indonesia akan terjebak dalam kolonialisme baru– dan Indonesia akan dijadikan sebagai tambang data dan kekayaan digitalnya dikeruk habis demi keuntungan global.

Mengajak mendalami semangat kemandirian yang diajarkan Kiai Dahlan, Irwan percaya bahwa untuk menjaga kedaulatan harus dimulai dari dasar yakni pencerdasan bangsa Indonesia.

“Beliau meyakini bahwa kedaulatan bangsa harus dimulai dari akar rumput, yaitu kedaulatan ekonomi keluarga dan masyarakat. Hal ini diwujudkan melalui penguatan jaringan saudagar lokal (syarikat dagang) guna membiayai gerakan sosial-pendidikan secara swadaya tanpa ketergantungan pada dana kolonial,” katanya.

“Spirit inilah yang menjadi esensi sejati dari kedaulatan, yaitu mandiri dalam berpikir, berdikari dalam bertindak,” imbuhnya.

Maka bagi Irwan Akib, berdaulat menuju Indonesia Emas 2045 berarti kita tidak boleh sekadar menjadi konsumen teknologi atau penonton dalam rantai pasok global. Dengan menjadikan Indonesia naik kelas jadi produsen.

Tinggalkan Balasan