Rabu, 30 September 2026
ID EN AR
ID EN AR

Dari Ende hingga Manggarai Timur, Muhammadiyah Perkuat Respons Gempa Flores

Oleh timredaksi • • 2 Menit Min
Dari Ende hingga Manggarai Timur, Muhammadiyah Perkuat Respons Gempa Flores

MUHAMMADIYAH.OR.ID, NUSA TENGGARA TIMUR — Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama Lazismu memperkuat respons kemanusiaan terhadap gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8).

Berdasarkan laporan situasi MDMC, gempa berdampak di sejumlah wilayah, meliputi Kabupaten Nagekeo, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Manggarai, Ende, Sikka, dan Ngada.

Dalam respons awal, Muhammadiyah melakukan koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), jejaring relawan lokal, serta berbagai pihak terkait. MDMC juga memobilisasi relawan terdekat, melakukan asesmen kebutuhan penyintas, dan memantau perkembangan situasi di sejumlah wilayah terdampak.

Untuk memperkuat koordinasi dan pelayanan di wilayah Flores, Muhammadiyah mengaktifkan Pos Koordinasi di Klinik Muhammadiyah Ende, Jalan Mahoni, Kelurahan Kotaratu, Kecamatan Ende Utara, Kabupaten Ende. Sementara itu, Pos Pelayanan Muhammadiyah di Manggarai Timur diaktifkan di SMK Muhammadiyah Manggarai Timur, Pota, Kecamatan Sambi Rampas.

Dukungan pelayanan kesehatan juga telah berjalan di Mbay, Kabupaten Nagekeo, melalui tim dari Klinik Utama Muhammadiyah Ende yang terdiri atas satu dokter dan dua perawat. Selain itu, Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) menyiapkan dukungan tim kesehatan tambahan dari PKU Muhammadiyah Bima NTT dan RS Muhammadiyah Lamongan, Jawa Timur.

Di Manggarai Timur, respons kemanusiaan dilakukan melalui distribusi makanan siap saji dan mobilisasi relawan Muhammadiyah. MDMC Jawa Timur juga menyiapkan dua unit mobil rescue dan satu unit dapur umum untuk mendukung kebutuhan pelayanan di lapangan.

Sementara itu, proses pendataan dan verifikasi dampak gempa masih berlangsung di sejumlah wilayah. Berdasarkan laporan sementara, tercatat 40 orang meninggal dunia, 50 orang luka-luka, dan sekitar 2.000 orang mengungsi. Kerusakan juga terjadi pada sejumlah rumah dan fasilitas umum. Data tersebut masih terus diperbarui seiring dengan proses asesmen dan verifikasi di lapangan.

MDMC bersama jejaring relawan Muhammadiyah di wilayah terdampak akan terus melakukan pemantauan, asesmen, pelayanan kesehatan, distribusi bantuan, serta penguatan koordinasi sesuai dengan perkembangan kebutuhan masyarakat.

Dalam respons tersebut, MDMC melibatkan MDMC NTT, MDMC Ende, MDMC Manggarai Timur, MDMC Sikka, MDMC Manggarai, Klinik Utama Muhammadiyah Ende, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dan Universitas Muhammadiyah Maumere.

Tinggalkan Balasan