MUHAMMADIYAH.OR.ID, MALANG – Semangat Al Insyirah harus menjadi pegangan mahasiswa Muhammadiyah, khususnya yang sudah diwisuda agar tidak cepat merasa puas.
Hal itu disampaikan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhadjir Effendy pada Selasa (7/7) dalam Wisuda ke-122 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Dome UMM.
Dalam sambutannya, Muhadjir menyinggung soal VUCA yaitu Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity. Keempat fenomena ini sangat dekat dan menjadi tantangan bagi lulusan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA).
Muhadjir menjelaskan, VUCA ini bukan hanya menjadi tantangan bagi manusia Indonesia, melainkan juga seluruh dunia. Seperti fluktuasi harga minyak dunia sekarang.
Oleh karena itu, Muhadjir berpesan supaya mahasiswa lulusan UMM dan PTMA lainnya tidak cepat puas. Harus memiliki semangat Al Insyirah, bahwa setiap kesulitan ada kemudahan, dan apabila selesai satu urusan maka segera selesaikan urusan yang lain.
“Kalian sekarang selesai menjadi wisudawan dan sudah sangat menyenangkan orang tua, ingat harus bangkit untuk menantang pekerjaan yang berikutnya,” ungkapnya.
Meski gelar sarjana sudah dipegang, mahasiswa Muhammadiyah harus tetap rendah hati. Tetap mau untuk terus belajar tanpa merasa puas akan keluasan ilmu.
Tak lupa Muhadjir juga berpesan kepada mahasiswa Muhammadiyah yang beragama Islam supaya tetap menegakkan salat, bukan hanya lima waktu tapi juga salat sunnah, lebih-lebih salat malam.
“Nonton bola boleh, tapi jangan lupa salat malam. Jadikan salat malam itu setengah kewajiban, walaupun bukan kewajiban,” pesan Muhadjir.






