Jumat, 2 Oktober 2026
ID EN AR
ID EN AR

Estafet Kepemimpinan Berlanjut, PCIM dan PCIA Mesir Perkuat Kaderisasi Ulama

Oleh timredaksi • • 3 Menit Min
Estafet Kepemimpinan Berlanjut, PCIM dan PCIA Mesir Perkuat Kaderisasi Ulama

MUHAMMADIYAH.OR.ID KAIRO – Dalam rangka menetapkan arah gerak ke depan dan melanjutkan estafet kepemimpinan, Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) dan Pimpinan Cabang Istimewa Aisyiyah (PCIA) Mesir sukses menyelenggarakan Musyawarah Cabang Istimewa (Musycabis) PCIM ke-11 dan PCIA ke-10.

Mengusung tema besar “Menuju Seperempat Abad; Memperteguh Kaderisasi Ulama, Membawa Arah Gerak Baru Muhammadiyah Mesir”, perhelatan akbar ini digelar di Aula Ahmad Dahlan, Markas Dakwah PCIM Mesir, Nasr City.

Rentetan musyawarah dua tahunan itu telah bergulir sejak Seremonial Pembukaan pada yang digelar Senin hingga Kamis (20-23 Juli 2026). Rangkaian acara berlanjut secara maraton setiap harinya, meliputi Musyawarah Pimpinan Cabang (Musypimcab), Musycabis PCIA, hingga puncaknya pada persidangan Musycabis PCIM. Rangkaian persidangan tersebut membahas berbagai agenda krusial, mulai dari pengesahan Rencana Strategis (Renstra) hasil sidang komisi Musypimcab, penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dari pengurus, hingga pembahasan Pedoman Pelaksanaan Teknis (PPT) PCIM.

Berdasarkan hasil pemungutan suara tersebut, dari 11 formatur sementara PCIM telah terpilih 7 formatur tetap. Adapun rincian perolehan suara untuk ketujuh formatur tetap PCIM Mesir periode 2026-2028 adalah sebagai berikut:

  1. Muhammad Fajar Siddiq Ramadhan mendapatkan 154 Suara.
  2. Gariza Ahmad Rabbani mendapatkan 139 Suara.
  3. Muhammad Agim Syamsul Ma’arif mendapatkan 139 Suara.
  4. Imbatsani Fakhrul Muttaqin mendapatkan 130 Suara.
  5. Daffa Allamsyah mendapatkan 126 Suara.
  6. Muhammad Aslam Islami mendapatkan 122 Suara.
  7. Irsyad Dhiaulhaq Alta mendapatkan 108 Suara.

Sementara itu untuk PCIA, dari 8 formatur sementara telah terpilih 5 formatur tetap dengan rincian perolehan suara periode 2026-2028 sebagai berikut:

  1. Salila Ardiyah Nailatul Aliyah mendapatkan 66 Suara.
  2. Mentari Fatayatul Aisyiyah mendapatkan 53 Suara.
  3. Fadhilah Husna Azzahra mendapatkan 49 Suara.
  4. Lafunia Ulya mendapatkan 48 Suara.
  5. Khofifah Nur ‘Aini mendapatkan 45 Suara.

Konsep Otomatis - Konsep Otomatis

Jajaran formatur tetap inilah yang kemudian memegang amanah untuk menentukan pucuk pimpinan. Setelah melalui tahapan prosesi musyawarah formatur tersebut, secara resmi pada pukul 00.30 dini hari, ditetapkan Imbatsani Fakhrul Muttaqin sebagai Ketua PCIM Mesir. Sementara itu, Salila Ardiyah Nailatul Aliyah resmi ditetapkan sebagai Ketua PCIA Mesir periode 2026-2028.

Dalam keterangannya, Ketua PCIM Mesir periode 2026-2028, Imbatsani mengungkap rasa syukurnya terhadap amanah baru yang diberikan. Dalam keterangannya, Selasa (28/7) Imbatsani memaparkan bahwa arah gerak PCIM secara garis besar akan terus direncanakan secara bersama (kolektif) dengan didukung evaluasi-evaluasi lanjutan di setiap periodenya.

“PCIM itu punya rencana strategis yang direview setiap 4 tahun sekali. Per hari ini, alhamdulillah kita sudah menjalankan 2 tahun (1 periode) yang mana arah gerak PCIM Mesir secara garis besar sudah direncanakan secara bersama (kolektif) ditambah evaluasi setiap periode,” jelas Imbatsani.

Ia turut mengungkap bahwa capaian-capaian rencana strategis selama 2 tahun telah mencapai targetnya. Beberapa rencana strategis tersebut antara lain: 1) pendirian MDMC Mesir, 2) Pembelian mobil operasional PCIM Mesir, 3) Launching 6 buku pedoman untuk pengurus dan warga PCIM Mesir, 4) Pendanaan kebutuhan kelompok belajar di Muhammadiyah Mesir melalui Abduh Grant, 5) Membangun kemitraan dengan lembaga-lembaga strategis, 6) Pertumbuhan yang signifikan dari pengikut sosial media (instagram) sebesar 81%, dan lain sebagainya.

Adapun beberapa rencana strategis yang sedang direncanakan antara lain: 1) Pembelian bangunan untuk TK ABA, 2) Pendalaman kajian tentang pendirian SD Muhammadiyah di Mesir, 3) Pengukuhan kurikulum terintegrasi cetak biru perkaderan kader Muhammadiyah selama di Mesir, 4) Pembuatan sistem database warga Muhammadiyah, 5) Upaya mensejahterakan tenaga pendidik di Muhammadiyah Mesir (Guru TK dan Lembaga Keilmuan), 6) Optimalisasi kerjasama dengan Biro Psikologi Nusara dalam pembentukan rumah konseling bagi warga Muhammadiyah mesir, dan 7) Upaya meningkatkan profesionalitas PCIM Mesir dalam finansial dengan merencanakan pembentukan kemitraan bersama lembaga audit independen yang berada di Indonesia.

Terakhir, Imbatsani menyampaikan bahwa PCIM Mesir dalam rangka turut serta menyukseskan Muktamar Muhammadiyah ke-49 di Sumatera Utara menegaskan kontribusinya dengan spirit-spirit kemajuan dengan membentuk keilmuan calon ulama Muhammadiyah dari Mesir.

“Optimalisasi dan peningkatan relasi hubungan PCIM Mesir dengan pihak luar seperti universitas Muhammadiyah dan lembaga-lembaga strategis lainnya akan terus diperkuat. Selain itu, dalam rangka menyukseskan Muktamar Muhammadiyah ke-49 di Sumatera Utara, kami akan terus membawa spirit-spirit kemajuan dalam rangka mencetak keilmuan calon ulama Muhammadiyah dari Mesir,” pungkasnya. (Bhisma)

Tinggalkan Balasan