MUHAMMADIYAH.OR.ID, SLEMAN – Jika ada warga Muhammadiyah yang hidupnya penuh keresahan, galau memikirkan masa depan dan serba bimbang, bisa jadi itu disebabkan jarang datang ke pengajian.
Hal itu disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir pada Ahad (21/6) dalam Pengajian Ahad Wage Hari Bermuhammadiyah PCM Moyudan, Sleman.
Pengajian sebagai ruh gerakan Muhammadiyah, maka sudah seyogyanya warga, lebih-lebih pimpinan di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah untuk menggembirakan pengajian Muhammadiyah di tingkatan manapun.
Selain untuk menggembirakan gerakan organisasi, menurut Haedar Nashir, pengajian juga untuk self healing atau menyehatkan jiwa, termasuk kesehatan fisik, dan sosial warga Persyarikatan.
“Orang sekarang itu kan banyak galau, resah, dan kaya banyak bimbang dalam hidupnya, itu biasanya jarang datang ke pengajian Muhammadiyah,” ungkap Haedar.
Haedar berpesan, jika menghadiri pengajian niatkan ikhlas karena Allah Swt. Jangan hanya mau datang ke pengajian karena penceramahnya. Sebab dengan datang saja sudah dicatat sebagai amalan pahala.
Di hadapan ribuan warga Muhammadiyah Moyudan, Haedar mengapresiasi semangat beramal kebajikan untuk membangun kehidupan di dunia, yang berdampak pada kehidupan akhirat.
Terlebih, PCM Moyudan memiliki semangat tiada hari tanpa memberi, tiada minggu tanpa membantu, tiada bulan tanpa iuran, dan tiada tahun tanpa membangun.
Pada kesempatan ini Haedar juga meresmikan Madrasah Diniyah Muballighin Muhammadiyah di Desa Kaliduren, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman.
Haedar juga berpesan supaya semangat memberi dijaga dan dikembangkan. Sebab Muhammadiyah sejak awal berdiri hidup dari semangat beramal, sehingga sekarang bisa berkembang sedemikian rupa dan memberi manfaat untuk semua.
Selain itu, pada kesempatan yang sama Haedar juga memberikan triger sebesar Rp. 100 juta untuk biaya pembangunan Gedung Dakwah, sebab PCM Moyudan sampai sekarang belum memiliki Gedung Dakwah PCM.






