Kamis, 1 Oktober 2026
ID EN AR
ID EN AR

Perdamaian Timur Tengah Butuh Peran Semua Pihak

Oleh aanardianto • • 2 Menit Min
Perdamaian Timur Tengah Butuh Peran Semua Pihak

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Sebagai ormas keagamaan, Muhammadiyah memiliki beberapa keterbatasan untuk mendamaikan perang yang terjadi di Timur Tengah. Maka diperlukan kerja sama lintas pihak untuk menyelesaikan perang dan masalah kemanusiaan sebagai imbasnya.

Pesan itu didapat dari paparan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Syafiq A Mughni pada Jumat malam (24/4) dalam Pengajian PP Muhammadiyah di Aula Gedung Dakwah PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat.

Sekalipun membangun dunia yang aman, damai, dan berkeadilan merupakan cita-cita banyak pihak. Namun pada nyatanya, tabiat dan sejarah manusia dulu sampai kini, masih menyimpan konflik dan peperangan yang berdampak kemanusiaan secara global.

Meski demikian, Syafiq menegaskan, konflik dan perang yang terjadi di berbagai belahan bumi manapun tidak boleh menjadi sebuah kenormalan, melainkan itu adalah sebagai tantangan. Maka menyelesaikan persoalan ini tak bisa diselesaikan secara sepihak.

“Sebagai ormas sosial keagamaan tidak punya pretensi untuk bisa menyelesaikan semua yang kita hadapi, apalagi masalah itu bukan dari kita, tapi dari orang lain dan imbasnya sampai kepada kita semua,” tuturnya.

Situasi perang yang terjadi di Timur Tengah yang berdampak ke seluruh dunia, kata Syafiq seperti yang diisyaratkan dalam Al Qur’an surat Al Anfal ayat 25. Sehingga seluruh pihak diminta berperan sesuai kemampuan untuk memitigasi kemungkinan hal yang terburuk.

Kepada warga Muhammadiyah diingatkan supaya ikut berperan membantu, menolong, dan mencintai kemanusiaan yang mengalami kesulitan – yang berdasar tauhid. Ini merupakan amanah dari Muhammadiyah untuk seluruh warganya.

Oleh karena itu Pengajian PP Muhammadiyah kali ini dinilai penting, sebab akan memberi pencerahan terkait situasi dunia global khususnya perang yang terjadi di Timur Tengah dan dampaknya terhadap Indonesia.

Pengajian PP Muhammadiyah edisi ini menghadirkan beberapa narasumber seperti Dubes RI Luar Biasa Berkuasa Penuh untuk Lebanon 2019-2025 Hajriyanto Y. Thohari, Dubes RI untuk Aljazair 2008-2011 dan untuk Spanyol 2013-2017 Yuli Mumpuni Widarso, serta Dubes RI untuk Inggris, Irlandia, dan IMO 2016-2020.

Tinggalkan Balasan