Selasa, 22 September 2026
ID EN AR
ID EN AR

Mudir Baru PUTM Tekankan Keberlanjutan, Inovasi, dan Penguatan Keilmuan

Oleh ilham 2 Menit Min
Mudir Baru PUTM Tekankan Keberlanjutan, Inovasi, dan Penguatan Keilmuan

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA — Mudir Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) yang baru, Muhamad Rofiq Muzakkir, menegaskan komitmennya untuk mengembangkan PUTM melalui prinsip keberlanjutan dan pembaruan dalam masa kepemimpinan 2026–2030.

Hal itu disampaikannya dalam sambutan usai pelantikan di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan, Jumat (10/04).

Mengawali sambutannya, Rofiq menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas kehadiran para tamu undangan. Ia berharap dukungan moral dan doa dari seluruh pihak dapat menguatkan kepemimpinannya ke depan.

“Kehadiran Bapak Ibu sekalian mudah-mudahan sekaligus memberikan doa, support, dan dukungan untuk kepemimpinan kami satu periode yang akan datang,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran BPH serta pimpinan PUTM periode sebelumnya, termasuk Muhammad Fahmi Muqoddas dan Dahwan Mukhroji, atas capaian dan kontribusi yang telah diberikan. Menurutnya, fondasi yang telah dibangun menjadi pijakan penting untuk melangkah ke tahap berikutnya.

Dalam memimpin PUTM, Rofiq menegaskan akan berpegang pada prinsip al-istimrar wat tajdid (keberlanjutan dan pembaruan), yang merupakan karakter utama Muhammadiyah.

“Hal-hal yang sudah dirintis dengan baik akan kami lanjutkan dan kami kembangkan untuk mencapai tahapan selanjutnya,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberadaan PUTM merupakan amanat teologis dalam tubuh Muhammadiyah, merujuk pada Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 122 tentang pentingnya pendalaman ilmu agama. Dalam konteks itu, PUTM dipandang sebagai institusi strategis untuk menyiapkan kader ulama tarjih yang menjadi fondasi gerakan keagamaan Muhammadiyah.

“Keberadaan PUTM bagi masa depan Muhammadiyah adalah hal yang esensial untuk keberlangsungan dakwah,” ungkapnya.

Menjawab tantangan zaman, Rofiq menyoroti perubahan besar dalam lanskap sosial dan budaya, terutama pergeseran menuju era digital serta dinamika global yang semakin kompleks. Karena itu, pengembangan PUTM ke depan akan mempertimbangkan konteks global tanpa meninggalkan akar kelembagaan dalam persyarikatan.

Dalam paparannya, ia merumuskan empat prioritas utama pengembangan PUTM. Pertama, penguatan aspek keilmuan dengan memadukan tradisi intelektual Islam dan perkembangan ilmu modern. Ia mengibaratkan hal ini sebagai majma’ al-bahrain—pertemuan dua samudra—yakni integrasi antara khazanah klasik dan ilmu kontemporer.

Kedua, penguatan kelembagaan, termasuk pengelolaan aset wakaf, pembangunan fasilitas seperti perpustakaan terintegrasi dan masjid sebagai pusat aktivitas keilmuan dan ibadah. Ketiga, perluasan jejaring, baik nasional maupun global, melalui kerja sama dengan berbagai institusi, termasuk perguruan tinggi Muhammadiyah serta program internasional seperti pertukaran dan dakwah global.

Keempat, pemetaan pengabdian masyarakat bagi alumni PUTM. Rofiq menegaskan bahwa lulusan PUTM diharapkan tidak hanya berperan sebagai ulama, tetapi juga sebagai intelektual, pendidik, hingga aktor strategis dalam kehidupan kebangsaan dan global.

“Alumni PUTM harus mampu memberi manfaat di tingkat mikro di tengah masyarakat, hingga level nasional dan global,” katanya.

Di akhir sambutan, Rofiq memohon dukungan dari seluruh elemen Muhammadiyah, termasuk Pimpinan Pusat dan jejaring perguruan tinggi, agar program-program yang direncanakan dapat berjalan optimal.

“PUTM masih sangat bergantung pada ekosistem Muhammadiyah yang lebih luas. Karena itu, kami memohon arahan dan dukungan dari semua pihak,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan