Jumat, 23 Oktober 2026
ID EN AR
ID EN AR

Soroti Ledakan Sampah Saset dan Makanan, PP ‘Aisyiyah Ingatkan Peran Keluarga

Oleh aanardianto • • 2 Menit Min
Soroti Ledakan Sampah Saset dan Makanan, PP ‘Aisyiyah Ingatkan Peran Keluarga

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Data yang dirilis oleh Water Resources Institute (WRI), sampah plastik terbanyak yang dibuang oleh masyarakat Indonesia adalah plastik saset.

Ketua Ketua Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah, Rahmawati Husein menjelaskan, sampah plastik saset kemasan ini menghantui Indonesia sebab jumlahnya paling banyak.

Latar belakang banyaknya sampah plastik saset menurutnya, disebabkan promosi besar-besaran oleh produsen tentang kemudahan dan harga murah yang mereka tawarkan untuk produk-produk yang dikemas dalam bentuk saset.

“Belum ada kesadaran beli curahan. Dengan alasan murah cuma deterjen 2.000 an sudah jadi. Iklannya di TV kan gencar semua saset 2.000,” kata Rahmawati Husein pada (12/3) dalam Kajian Itikaf yang diadakan AMM Piyungan, Bantul.

Di sisi lain, fakta itu menunjukkan perilaku boros yang dijalani oleh masyarakat di Indonesia. Perilaku boros ini padahal menjadi perbuatan yang paling dikecam oleh Allah Swt seperti dalam Surat Isra ayat 27.

Perilaku boros masyarakat Indonesia juga tercermin dari jumlah angka sampah makanan (food loss and food waste). Tercatat setidaknya ada sampah makanan 60.000 sampai 130.000 ton per hari di Indonesia.

“Kebanyakan itu nanti dari rumah tangga 47 persen itu sampah rumah tangga paling tinggi. Jadi kita berharap ini kepada ibu-ibu, bapak-bapak itu saling mengingatkan di keluarga,” katanya.

Perempuan yang akrab disapa Bu Ammah ini berharap, jumlah produksi sampah plastik saset dan sampah makanan, termasuk sampah-sampah lain di Indonesia terus berkurang sehingga lingkungan menjadi aman dan nyaman.

Selain itu, peran rumah tangga terhadap pengurangan sampah plastik juga dapat dilakukan dengan cara belanja menggunakan kantong sendiri yang bisa dipakai berulang-ulang. Sebab sampah kantong plastik belanjaan di Indonesia juga paling banyak kedua setelah sampah plastik saset.

Tinggalkan Balasan