MUHAMMADIYAH.OR.ID, GOWA – Santri dari pesantren Muhammadiyah selain menjadi ulama, diharapkan hadir mengisi jabatan-jabatan publik untuk berkhidmat ke umat, bangsa, dan kemanusiaan.
Harapan itu disampaikan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Irwan Akib pada (1/ 3) dalam Pengajian Bulanan dan Buka Bersama Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bungaya, Kabupaten Gowa di Pesantren Darul Fallah Unismuh Makassar.
Kepada santri Muhammadiyah, Irwan Akib meminta supaya mereka memiliki mimpi setinggi langit. Sebab cita-cita itu gratis maka ambillah yang paling mahal. Ia juga mengutip perkataan Presiden Sukarno.
“Sukarno bilang, bercita-citalah setinggi langit. Sebab kalau jatuh, kita akan jatuh di antara bintang-bintang,” kata Irwan Akib.
Melihat profil lulusan pesantren Muhammadiyah yang memiliki banyak keahlian, Irwan optimis mereka akan mampu menjadi ulama, serta mengisi jabatan-jabatan publik untuk berkhidmat pada umat, bangsa, dan kemanusiaan.
“Tidak ada yang tidak mungkin. Jangan takut bermimpi,” imbuhnya. Maka santri Muhammadiyah tidak boleh merasa puas diri, harus memiliki semangat berbuat lebih baik, bahkan ketika diberikan amanah sebagai menteri pun harus siap.
Terkait dengan Pesantren Darul Fallah Unismuh Makassar, Irwan Akib menjelaskan, keberadaan pesantren yang diinisiasi oleh Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar ini merupakan kepanjangan aksi Muhammadiyah mencerdaskan bangsa.
Pada masa awal perintisan, beberapa tokoh termasuk dirinya dan Unismuh Makassar sempat jatuh bangun, sebab minimnya dana untuk operasional. Namun dengan keteguhan dan kebaikan banyak pihak, inisiasi pesantren ini dapat dilanjutkan.
Sementara itu, Direktur Pesantren Darul Fallah Unismuh Makassar, Dahlan Lama Bawa menyampaikan terima kasih kepada para tokoh pendahulu yang menginisiasi berdirinya pesantren ini, termasuk tokoh PWM Sulsel, Djamaluddin Amin.






