Senin, 5 Oktober 2026
ID EN AR
ID EN AR

Dadang Kahmad: Ramadan Momentum Muhasabah dan Perbaikan Diri

Oleh timredaksi • • 2 Menit Min
Dadang Kahmad: Ramadan Momentum Muhasabah dan Perbaikan Diri

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANDUNG – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dadang Kahmad mengajak umat muslim dan warga persyarikatan agar memanfaatkan bulan suci Ramadan dengan sebaik-baiknya dengan bermuhasabah diri dan berikhtiar melakukan perbaikan masa depan.

Dadang memaparkan, bulan Ramadan yang merupakan bulan suci turunnya Al Quran, merupakan momentum penting untuk merefleksikan diri sekaligus memperkaya amal ibadah dengan memperbanyak membaca Al Quran. Ia menekankan bahwa membaca Al Quran tak cukup hanya sebatas melafalkan teks, melainkan juga memahami, merenungkan, serta mengamalkan isinya dalam kehidupan sehari-hari.

“Misalkan baca satu ayat, artikan, renungkan, dan internalisasi. Siapa yang meninggalkan Al-Quran, dia tidak akan mendapatkan apa-apa,” jelas Dadang saat mengisi Pengajian Ramadan dan Buka Bersama, bertempat di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Bandung.

Selanjutnya, Dadang turut menerangkan pentingnya memahami takwa sebagai tujuan utama dari ibadah puasa Ramadan. Ia menilai, puasa merupakan proses spiritual untuk membentuk pribadi yang lebih bertakwa di hadapan Allah SWT.

“Pemahaman terhadap tujuan puasa sangat penting agar umat Islam mampu menjalankan Ibadah Ramadan dengan kualitas yang lebih baik. Puasa tak hanya sekedar dimaknai rutinitas ibadah tahunan, tapi perlu dijadikan refleksi perubahan dalam sikap dan perilaku,” jelasnya.

Akidah Tidak Boleh Dipahami Secara Pasif

Ketua Badan Pembina Harian UM Bandung itu turut menyinggung tentang konsep akidah dalam pandangan Muhammadiyah. Ia menilai, Akidah tak boleh dipahami secara pasif, namun harus menjadi kekuatan yang dapat menginspirasi dan mendorong umat untuk berkarya serta berkontribusi bagi masyarakat.

“Mengapa kondisi umat Islam saat ini rendah sekali pengetahuannya? Salah satunya adalah karena akidahnya pasif. Tidak aktif. Hal ini kemudian juga diperparah dengan minat baca bangsa Indonesia yang sangat rendah,” ucap Dadang.

Maka dari itu, penguasaan ilmu pengetahuan adalah faktor penting dalam kemajuan sebuah bangsa. Ia mengingatkan warga Muhammadiyah bahwa orang-orang yang mampu menguasai dunia adalah mereka yang memiliki kecerdasan dan wawasan luas.

“Akidah yang aktif, minat baca yang tinggi, dan penguasaan ilmu pengetahuan diharapkan mampu melahirkan perubahan nyata di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Melalui pemaparan di atas, sekali lagi kita di ingatkan bahwa Ramadan merupakan momentum penting untuk bermuhasabah dan melakukan perbaikan masa depan.

Acara ini turut dihadiri oleh Rektor UM Bandung, Herry Suhardiyanto yang turut berharap bahwa memontum Ramadan tahun ini dapat menghadirkan banyak keberkahan dan energi positif dalam menjalani aktivitas sepanjang tahun. (Bhisma)

Tinggalkan Balasan