Jumat, 2 Oktober 2026
ID EN AR
ID EN AR

Program Kemaslahatan BPKH Bersama Lazismu Hadirkan Masjid At-Tholhah di Madiun

Oleh timredaksi • • 3 Menit Min
Program Kemaslahatan BPKH Bersama Lazismu Hadirkan Masjid At-Tholhah di Madiun

MUHAMMADIYAH.OR.ID, MADIUN – Program Kemaslahatan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) kembali menghadirkan manfaat nyata bagi umat. Melalui kolaborasi bersama Lazismu, BPKH meresmikan Masjid At-Tholhah yang berlokasi di Dusun Mojorejo, Desa Klitik, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, Sabtu (13/12).

Peresmian dan serah terima Masjid At-Tholhah dilakukan langsung oleh Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlu Imansyah kepada takmir masjid. Momentum ini menjadi tonggak penting dalam penguatan syiar Islam sekaligus pengembangan pusat kegiatan keumatan di Kabupaten Madiun.

Acara peresmian dihadiri oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Muhadjir Effendy, Bupati Madiun Hari Wuryanto, Sekretaris Badan Pelaksana BPKH Ahmad Zaky, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat Ahmad Imam Mujadid Rais, Direktur Utama Lazismu Pusat Ibnu Tsani, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Madiun Agus Tricahyo, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Caruban Mukhlis, serta unsur Forkopimcam Wonoasri.

Sementara Ketua PP Muhammadiyah Muhadjir Effendy menyampaikan bahwa Masjid At-Tholhah memiliki potensi besar sebagai pusat dakwah yang representatif. Ia mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Madiun dan kolaborasi BPKH serta Lazismu dalam menghadirkan masjid yang megah dan fungsional.

“Ke depan, masjid ini dapat didesain untuk berbagai kegiatan strategis, seperti pengajian, kultum, dan program pemberdayaan masyarakat. Yang paling penting adalah semangat kebersamaan yang telah dirintis sejak awal,” ungkapnya.

Muhadjir juga berharap Lazismu dapat terus menghadirkan program pemberdayaan secara bertahap melalui Masjid At-Tholhah agar manfaatnya semakin luas.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat Ahmad Imam Mujadid Rais mengungkapkan rasa syukurnya dapat membersamai peresmian masjid sekaligus bersilaturahmi dengan masyarakat Madiun.

Ia menjelaskan bahwa kolaborasi Lazismu dan BPKH telah terjalin selama kurang lebih delapan tahun dalam menghadirkan berbagai program kemaslahatan umat. Pembangunan Masjid At-Tholhah sendiri diawali dengan proses asesmen lapangan sejak Oktober 2024 dan dikerjakan selama enam bulan dengan nilai anggaran sekitar Rp2 miliar.

“Alhamdulillah, pembangunan masjid ini dikerjakan bersama mitra terpercaya, Mentari Prima Niaga dari Yogyakarta. Prosesnya panjang dan penuh koordinasi dengan PP Muhammadiyah dan BPKH, hingga akhirnya masjid ini berdiri dan siap dimanfaatkan masyarakat,” jelasnya.

Bupati Madiun Hari Wuryanto menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan Masjid At-Tholhah. Ia berharap masjid ini tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat kajian keilmuan dan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

“Semoga Masjid At-Tholhah dapat menjadi laboratorium akhlak bagi generasi muda Kabupaten Madiun, menumbuhkan nilai toleransi, moderasi beragama, dan persatuan,” ujarnya.

Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlu Imansyah mengungkapkan bahwa peresmian masjid ini merupakan bagian dari ikhtiar BPKH dalam menyalurkan program kemaslahatan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya memakmurkan masjid tidak hanya pada momentum peresmian, tetapi juga dalam aktivitas keseharian.

“Masjid ini dibangun dengan kokoh dan megah. Ke depan, apabila diperlukan pengembangan dan perluasan, BPKH siap mendukung. Harapannya, masjid ini senantiasa ramai oleh jamaah, dipenuhi doa, serta menjadi pusat kegiatan keislaman yang hidup,” katanya.

Fadlu juga menambahkan bahwa keberadaan madrasah di sekitar masjid menjadi nilai tambah dalam membangun ekosistem pendidikan yang nyaman dan menyenangkan, sekaligus mempererat silaturahmi umat.

Keberhasilan pembangunan Masjid At-Tholhah merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, termasuk Lazismu sebagai mitra kemaslahatan. Proses pembangunan berlangsung sejak April hingga Oktober 2025. Menurut Fadlu, masjid yang makmur merupakan cerminan umat yang kuat dan berdaya.

Tinggalkan Balasan