MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA — Pimpinan Pusat (PP) Tapak Suci Putra Muhammadiyah menyelenggarakan Tanwir Tapak Suci Putra Muhammadiyah sebagai forum strategis untuk melakukan konsolidasi organisasi, evaluasi program, serta membahas agenda Muktamar Tapak Suci mendatang. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan dihadiri jajaran pimpinan pusat serta perwakilan Tapak Suci dari berbagai wilayah di Indonesia.
Ketua Umum PP Tapak Suci Putra Muhammadiyah, Afnan Hadikusumo, menjelaskan bahwa Tanwir kali ini memfokuskan pembahasan pada dua agenda utama. Pertama, penentuan waktu pelaksanaan Muktamar Tapak Suci yang sebelumnya mengalami penyesuaian. Kedua, penyampaian laporan perkembangan program-program strategis organisasi.
“Pagi hari ini kami, Pimpinan Pusat Tapak Suci Putra Muhammadiyah, mengadakan Tanwir dengan dua agenda utama. Pertama adalah menentukan waktu pelaksanaan Muktamar Tapak Suci yang sempat mengalami penyesuaian karena kondisi yang tidak memungkinkan,” ujar Afnan pada Sabtu (13/12).
Ia menegaskan bahwa penyesuaian jadwal Muktamar bukan tanpa alasan. Tapak Suci, kata Afnan, memperoleh amanah dari Muktamar sebelumnya untuk menuntaskan sejumlah program prioritas, terutama yang berkaitan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Program utama kami adalah peningkatan kualitas SDM, mulai dari pelatih, pelatihan wasit dan juri, hingga penyelenggaraan berbagai kejuaraan, baik tingkat remaja, dewasa, mahasiswa, sampai kejuaraan dunia,” jelasnya.
Namun demikian, sejumlah target program tersebut belum sepenuhnya tercapai akibat pandemi Covid-19 yang menyebabkan terhentinya aktivitas tatap muka selama hampir dua tahun.
“Selama masa Covid-19, seluruh kegiatan termasuk rapat dan kejuaraan harus dilakukan secara daring. Kejuaraan prestasi tidak mungkin dilakukan secara virtual karena membutuhkan kontak fisik,” ungkap Afnan.
Selain faktor pandemi, dinamika politik nasional juga menjadi pertimbangan dalam penjadwalan Muktamar. Afnan menegaskan bahwa Tapak Suci berkomitmen menjaga independensi organisasi dari kepentingan politik praktis.
“Kami tidak ingin Tapak Suci digunakan untuk kepentingan politik. Oleh karena itu, kami memilih bersikap hati-hati agar organisasi tetap murni sebagai gerakan kader dan dakwah,” tegasnya.
Dalam Tanwir tersebut, PP Tapak Suci Putra Muhammadiyah juga mendengarkan laporan Panitia Pembangunan Padepokan Tapak Suci yang merupakan amanat Muktamar, serta laporan dari masing-masing bidang di lingkungan Pimpinan Pusat Tapak Suci.
Tanwir Tapak Suci Putra Muhammadiyah secara resmi dibuka oleh Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhammad Sayuti. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh keluarga besar Tapak Suci untuk mensyukuri keberadaan Muhammadiyah sebagai anugerah besar dari Allah SWT.
“Kebermuhammadiyahan dan ketapak-sucian kita adalah karunia Allah yang luar biasa. Muhammadiyah yang kini telah berusia lebih dari satu abad masih terus dijaga Allah hingga hari ini,” ujar Sayuti.
Ia menyoroti besarnya infrastruktur Muhammadiyah yang menjadi ekosistem penting bagi perkembangan Tapak Suci, mulai dari ribuan sekolah, ratusan perguruan tinggi, hingga pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia dan luar negeri.
“Muhammadiyah memiliki lebih dari 5.500 sekolah, 164 perguruan tinggi, dan sekitar 440 pesantren. Tapak Suci sangat terkait erat dengan ekosistem ini sebagai instrumen penting dakwah dan pembinaan generasi,” jelasnya.
Sayuti juga menekankan pentingnya tata kelola organisasi yang profesional, terukur, dan modern, sejalan dengan arah kebijakan Persyarikatan Muhammadiyah.
“Organisasi yang maju adalah organisasi yang programnya terukur. Kita harus berani melihat kondisi riil Tapak Suci hari ini dan menetapkan target yang jelas untuk masa depan,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa keberlanjutan Tapak Suci sebagai organisasi kader dan dakwah sangat bergantung pada konsistensi latihan, pembinaan, serta regenerasi kepemimpinan.
“Latihan adalah kunci. Sama seperti organisasi dan kehidupan, tanpa latihan dan target yang jelas, tidak akan ada kemajuan,” tambahnya.
Menutup sambutannya, Sayuti menyampaikan dukungan penuh Pimpinan Pusat Muhammadiyah terhadap pelaksanaan Tanwir serta persiapan Muktamar Tapak Suci ke depan.
“Atas nama Pimpinan Pusat Muhammadiyah, kami mendukung agar Tanwir ini menghasilkan keputusan-keputusan terbaik dan Muktamar Tapak Suci mendatang dapat dipersiapkan dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.
Tanwir Tapak Suci Putra Muhammadiyah diharapkan menjadi momentum penguatan konsolidasi organisasi, peningkatan kualitas kader, serta peneguhan peran Tapak Suci sebagai bagian integral dari dakwah Muhammadiyah yang berkemajuan. (ghulam)






