Jumat, 18 September 2026
ID EN AR
ID EN AR
Home > Berita

Prof Irwan Akib: Akademisi Harus Terus Bertualang Melakukan Inovasi dan Kontribusi

Oleh admin 2 Menit Min
Prof Irwan Akib: Akademisi Harus Terus Bertualang Melakukan Inovasi dan Kontribusi

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Pengukuhan tiga guru besar perempuan di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mendapat apresiasi dari Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Irwan Akib. Ia menekankan bahwa akademisi sejati adalah mereka yang terus gelisah terhadap persoalan kehidupan masyarakat dan berupaya mencari solusi melalui ilmu pengetahuan.

“Akademisi biasanya selalu gelisah dengan persoalan kehidupan masyarakat. Gelisah dengan masalah akademik yang dihadapi, sehingga menghadirkan dirinya untuk berpetualang dengan keilmuannya yang diharapkan berguna bagi masyarakat,” ujar Irwan Akib dalam sambutannya.

Irwan mendorong para akademisi untuk terus melahirkan inovasi yang kreatif dan riset yang bermanfaat bagi semua. Menurutnya, dunia akademik bukan hanya tentang teori, tetapi juga tentang bagaimana ilmu dapat diaplikasikan demi kesejahteraan umat.

“Seorang akademisi harus selalu berpetualang menghadirkan inovasi yang kreatif, penuh percaya diri karena hasil riset yang serius,” tambahnya.

Pesan ini semakin menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi, khususnya di lingkungan Muhammadiyah, dalam mendorong riset yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga berdampak langsung pada masyarakat. Dengan bertambahnya jumlah guru besar di UAD, diharapkan kontribusi ilmu pengetahuan dan inovasi semakin luas dan bermanfaat bagi banyak orang.

Ketiga Guru Besar yang dilantik itu semuanya perempuan. Pertama, Prof. Laela Hayu Nurani dikukuhkan sebagai guru besar dalam bidang Farmakognosi, Fitokimia, dan Fitoterapi, menyoroti penelitian tanaman obat seperti jahe dan pasak bumi.

“Rasa syukur saya panjatkan kepada Allah, semua pencapaian ini berkat dukungan banyak pihak,” ujarnya.

Kedua, Prof. Sumaryati, guru besar dalam Filsafat Moral dan Etika, menekankan pentingnya ilmu yang bermanfaat bagi kemanusiaan. “Di sinilah peran etika dan moral dalam kehidupan,” katanya, seraya berharap pidatonya membawa berkah.

Ketiga, Prof. Raden Sitti Nur Djannah dikukuhkan dalam bidang Promosi Kesehatan Remaja dan Perubahan Perilaku, memaparkan empat tantangan utama remaja: obesitas, kecemasan, perundungan, dan sanitasi yang buruk.

Sementara itu, Rektor Universitas Ahmad Dahlan Muchlas mengatakan bahwa ini merupakan momen yang berharga. “Kami memberikan harapan, jadi Guru Besar yang dikukuhkan menjadi penjaga marwah akademik Persyarikatan  Muhammadiyah. Saran lainnya ialah terus menghasilkan karya-karya akademik,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan