Senin, 28 September 2026
ID EN AR
ID EN AR

Lewat Masjid, Muhammadiyah Membangun Umat dan Masyarakat

Oleh aanardianto • • 2 Menit Min
Lewat Masjid, Muhammadiyah Membangun Umat dan Masyarakat

MUHAMMADIYAH.OR.ID, SLEMAN — Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir pada, Kamis (6/1) meresmikan Masjid Nurul Asfar di Daratan I, Sendangarum, Minggir Kabupaten Sleman. Haedar menyebut keberadaan masjid harus sebagai pusat membangun peradaban.

Masjid di bawah kepengurusan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sendangarum ini diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam membangun umat dan masyarakat secara umum, Takmir Masjid Nurul Asfar, Darum Asrori menuturkan, bahwa kedepan keberadaan masjid ini bisa menjadi sarana kemajuan masyarakat secara luas.

Ketua Takmir yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Panitia Pembangunan Masjid Nurul Asfar ini menambahkan, karena letaknya di masyarakat yang heterogen, meski pembangunan masjid diutamakan bagi kepentingan Umat Islam terlebih para mualaf binaan, tapi masjid ini juga bisa digunakan sebagai tempat untuk kegiatan sosial.

“Pada tanggal 12 ini kita berencana ada Pengajian Pembukaan Ranting Sendangarum, sekaligus acara social yang kita berikan kepada warga muslim – termasuk para mualaf, dan masyarakat umum yang membutuhkan,” ucap Darum saat diwawancarai reporter muhammadiyah.or.id pada Jumat (7/1).

Ia menceritakan, daerahnya merupakan kawasan yang heterogen karena masyarakat di daerah itu bukan hanya muslim saja, tetapi juga ada yang beragama Katolik. Terkait ini, dirinya menyebut tidak menjadi sebuah masalah dalam usaha mencerdaskan dan memajukan masyarakat, mereka saling bekerjasama untuk saling toleransi.

Bahkan, di beberapa kesempatan dia sering ‘dipasrahi’ anak dari seorang ibu yang beragama Katolik untuk menjadi Islam. Darum menyatakan, sebagaimana perintah yang diajarkan dalam Agama Islam, bahwa tidak ada paksaan dalam beragama, maka dalam mendakwahkan Ajaran Islam tidak dengan paksaan.

“Ada dua ibu yang pernah datang ke saya, dia menyampaikan untuk meminta saya membimbing anak mereka untuk masuk Islam. Kita tidak memaksa. Pernah juga ada awalnya seorang Ibu Katolik mengantar anaknya untuk masuk Islam, dan setelah itu ibu dan suaminya juga ikut Islam,” ungkapnya.

Terkait dengan keberadaan Masjid, Darum mengatakan bahwa Masjid Nurul Asfar merupakan bentuk sinergi dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Melalui Rektor  Gunawan Budiarto, warga Muhammadiyah Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sendangarum berkolaborasi mendirikan masjid yang dicita-citakan.

“Modal awal yang kita punya hanya belasan juta, tapi berkat kerjasama berbagai pihak masjid ini bisa berdiri dan menghabiskan anggaran sampai 1 miliar,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan