MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengumumkan satu kasus transmisi lokal virus corona varian Omicron di Indonesia. Dengan penambahan kasus itu, total ada 47 kasus Omicron di Tanah Air.
“Kami sampaikan adanya satu kasus transmisi lokal Omicron di Indonesia sehingga hingga hari Selasa 28 Desember terdapat 47 kasus konfirmasi positif Omicron di Indonesia di mana 46 kasus adalah kasus impor dan satu kasus transmisi lokal,” kata Juru Bicara Vaksinasi dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers Selasa (28/12).
Tanggapi adanya transmisi lokal Omicron di Indonesia, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah dr Agus Taufiqurrahman mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan terus mematuhi protokol kesehatan, yakni dengan memakai masker, tidak berkerumun, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Agus juga menyebutkan bahwa peningkatan vaksinasi juga harus terus digencarkan.
Selain itu, Agus juga meminta kepada Pemerintah untuk mengambil Langkah yang tegas terkait dengan kedatangan maupun pemberangkatan baik WNI maupun WNA yang masuk ke Indonesia.
“Kepada internal Muhammadiyah, baik yang di Amal Usaha, Majelis maupun Lembaga harus tetap siaga dalam menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi ke depan dengan adanya transmisi lokal varian omicron ini. Dan Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) di seluruh tingkatan akan terus mengambil peran dalam segala situasi,” jelas Agus pada Rabu (29/12).






