MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANTUL—Terhitung 493 hari Covid-19 masuk Indonesia sejak bulan Maret 2020. Ketua PP Muhammadiyah Agus Taufiqurrahman menuturkan bahwa data statistik kasus di Indonesia begitu mengkhawatirkan. Pasalnya, akhir-akhir ini yang terkonfirmasi postif mencapai 31.189 kasus perhari. Angka ini belum termasuk bagi mereka yang enggan melakukan swab atau tes PCR.
“Bisa jadi jauh lebih besar dari 31 ribu ini. karena memang setelah masuknya varian delta ini, penularannya bisa 90 kali lebih cepat. Sehingga para dokter paru menasehatkan kepada kita kalau ketemu dalam suasana yang kita tidak yakin steril dari Covid-19, maka kita sekarang diminta masker double,” ungkap Agus dalam acara Rakoord dan Sosialisasi Edaran PP Muhammadiyah yang diselenggarakan pada Rabu (07/07).
Kombinasi antara masuknya varian delta ke Indonesia dengan semakin fleksibelnya pergerakan penduduk menjadi pemicu meledaknya jumlah pasien positif Covid-19. Hal ini mengakibatkan tingginya angka kematian hingga menembuh angka 60.000 kasus. Menurut Agus, jumlah kematian ini jangan dilihat dari sisi data statistik belaka.
“Saya sedih ketika masih ada orang yang melihat kematian itu hanya sebagai angka-angka statistik semata. Kita sering bertanya, jiwa kemanusiaan dimana ketika mendengar kematian sebanyak ini hanya dilihat sebagai angka statistik?,” tanya Agus.
Menyadari masih tingginya risiko terjangkit dan bahkan merenggut nyawa, Agus mengajak kepada seluruh elemen masyarakat agar menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan melakukan vaksinasi hingga mencapai angka ideal herd immunity.
“Kalau ingin mencapai target herd immunity dalam setahun atau dua tahun, maka paling tidak setiap harinya ada 1.000.000 dosis vaksinasi,” tutup Agus.






