MUHAMMADIYAH.ID, JAKARTA – Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) PP Muhammadiyah mendorong semua elemen di Persyarikatan untuk terus istikamah memberikan kerja-kerja yang membangun optimisme masyarakat.
Kerja-kerja positif elemen Persyarikatan menurut MEK dibutuhkan mengingat kondisi yang semakin tidak menentu akibat pandemi.
Melalui rilis yang dikeluarkan usai Webinar Nasional Economic Outlook 2021 bersama Bank Muamalat Indonesia dan ITB Ahmad Dahlan, Rabu (12/1) MEK PP Muhammadiyah menganggap Muhammadiyah sebagai gerakan dengan teologi Al Ashr dan Al Ma’un bertanggungjawab atas kerja-kerja itu.
Dalam konteks teologi Al Ma’un, Muhammadiyah harus istikamah melakukan pemihakan kepada kelompok masyarakat rentan dan termajinalkan seperti masyarakat miskin, usaha ultra-mikro dan mikro dengan pendampingan dan pemberdayaan.
Dalam konteks teologi Al Ashr, Muhammadiyah diharapkan terus memberikan solusi yang bersifat jangka panjang dengan membangun mental yang positif, produktif dan solutif.
10 bulan melawan pandemi, Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) mencatat sejauh ini Muhammadiyah telah menghabiskan sedikitnya 344 miliar rupiah dengan jangkauan 31 juta warga Indonesia penerima manfaat.
Program yang dilakukan Muhammadiyah dalam melawan pandemi melintas batas dari edukasi, sosialisasi, pencegahan, penanganan, hingga pemberdayaan dan pendampingan masyarakat terdampak. (afn)






