MUHAMMADIYAH.OR.ID, JEPARA– Tidak boleh lenggah, karena selain covid-19 yang mengancam kesehatan masyarakat juga ada Tuberkulosis (TBC) yang saat ini masih menjadi masalah serius.
Sejak tahun 2016 Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Jepara menerima program penanggulangan TBC. Dengan dukungan dana global fund, Aisyiyah membentuk komunitas SSR TB-HIV Care Aisyiyah Jepara.
Meskipun prorgam global fund telah berakhir, Pimpinan Daerah ‘Asiyiyah Kabupaten Jepara tetap berkomitmen menyelenggarakan program penangulangan TBC secara mandiri.
Demikian disampaikan oleh Ukrowiyah, Kepala Program SSR TB-HIV Care ‘Aisyiyah Jepara. Komitmen tersebut dibuktikan dengan menjalin kerjasama dan MoU antara ‘Aisyiyah Jepara dengan tiga desa. Rencananya desa tersebut akan dijadikan Desa Siaga TBC.
“Sebagai wujud komitmen dalam program penanggulangan TBC kami telah melakukan MoU dengan tiga desa untuk menjadi Desa Siaga TBC” ujarnya pada senin (21/12)
Ketiga desa tersebut diantaranya Desa Mindahan Kecamatan Batealit, Kecapi Kecamatan Tahunan dan Banyumanis Kecamatan Donorojo.
Mendukung komitmen tersebut, Ketua PDA Jepara, Sugiarti mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam penanggulangan TBC. Untuk saat ini dukungan yang sudah berjalan adalah program Ambulance LazisMu Jepara.
Ambulance LazisMu Jepara merupakan armada yang aktif dalam memberikan fasilitas kepada masyarakat yang terkena TBC. Di mana setiap bulannya Ambulance LazisMu Jepara mengantarkan pasien TBC konrol ke Rumah Sakit khusus TBC Resisten obat yang berada di Salatiga, Semarang, dan Solo.
“Kami yakin kalau kita bersama saling bersinergi untuk memberantas penyakit ini, impian eliminasi TBC Kabupaten Jepara dapat terwujud” tandasnya.
Acara pertemuan pemangku kepentingan untuk penguatan organisasi TBS daerah Jepara ini dihadiri oleh Dinas Kesehatan, Dinsospermasdes, Disperkim Kabupaten Jepara serta organisasi masyarakat yang bergerak di bidang sosial dan pendampingan kesehatan.
Hits: 3