MUHAMMADIYAH.OR.ID, SIDOARJO — Pendidikan masa depan tidak cukup hanya membekali peserta didik dengan pengetahuan akademik. Lebih dari itu, pendidikan perlu menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, budaya riset, dan keterampilan hidup agar generasi muda mampu menghadapi tantangan zaman.
Penguatan pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) menjadi salah satu upaya untuk menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti dalam kegiatan studium generale di Aula Lantai 6 SD Muhammadiyah 1 dan 2 Taman, Sidoarjo, pada Senin (12/10).
Selain itu, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini juga mengeaskan, bahwa keberadaan gedung sekolah yang megah diharapkan menjadi sumber optimisme sekaligus penyemangat untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. Pembangunan sarana dan prasarana perlu diiringi dengan peningkatan mutu pembelajaran agar sekolah mampu melahirkan generasi yang siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Dalam upaya tersebut, guru dan kepala sekolah memiliki peran strategis. Peningkatan kompetensi melalui pendidikan lanjutan, pelatihan, dan pengembangan profesional perlu dilakukan secara berkelanjutan.
“Kepala sekolah tidak hanya bertanggung jawab terhadap pengelolaan administrasi, tetapi juga perlu membangun budaya belajar, mendorong inovasi, dan menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung pengembangan potensi peserta didik,”jelas Mu’ti.
Mu’ti juga mengatakan, pengembangan ilmu pengetahuan dapat dimulai dari pengamatan terhadap berbagai fenomena di sekitar kehidupan manusia. Bahkan, sesuatu yang tampak sederhana dapat menjadi objek penelitian yang menarik apabila dikaji dengan pendekatan ilmiah.
Dalam Al-Qur’an, Surah Al-Baqarah ayat 26, Allah Swt. memberikan perumpamaan berupa nyamuk atau sesuatu yang lebih kecil darinya. Ayat tersebut mengajak manusia untuk mengambil pelajaran dan merenungkan kebesaran Allah melalui ciptaan-Nya.
“Melalui akal yang dianugerahkan Allah, manusia dapat berpikir, mengamati, mengembangkan ilmu pengetahuan, serta mencari solusi atas berbagai persoalan. Karena itu, pendidikan perlu mendorong peserta didik untuk tidak sekadar menerima informasi, tetapi juga berani bertanya, melakukan pengamatan, dan menemukan jawaban melalui proses berpikir kritis,”ungkapnya.






