MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Saad Ibrahim, menegaskan pentingnya mempersiapkan generasi muda Muhammadiyah agar mampu mengambil peran strategis di tingkat global melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, penguatan kapasitas kepemimpinan, serta komitmen pengabdian kepada umat.
Pesan tersebut disampaikan pada Kamis (15/10) dalam acara Melati Paripurna Pemuda Muhammadiyah yang berlangsung di Ashley Hotel, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Menurut Kiai Saad, generasi muda memiliki posisi strategis dalam menentukan arah masa depan. Karena itu, kader Muhammadiyah perlu memiliki visi yang melampaui kepentingan nasional dan mampu berkontribusi dalam percaturan dunia.
Ia mencontohkan pengangkatan Usamah bin Zaid sebagai panglima pasukan oleh Nabi Muhammad ketika usianya masih sekitar 17–18 tahun. Menurutnya, peristiwa tersebut menunjukkan bahwa generasi muda memiliki kapasitas untuk memegang tanggung jawab besar apabila diberikan kepercayaan.
“Kekuatan Islam pada masa mendatang akan ditentukan oleh para pemuda,” menjadi salah satu pesan utama yang disampaikan Kiai Saad.
Ia juga menekankan bahwa kekuatan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh aspek militer, tetapi juga oleh penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu, kader muda Muhammadiyah perlu mengembangkan kompetensi agar mampu mengambil peran penting dalam perkembangan teknologi dan dinamika global.
Lebih lanjut, Kiai Saad mengingatkan pentingnya membangun kebanggaan sebagai umat Islam yang diwujudkan melalui produktivitas, karya nyata, dan upaya meningkatkan kualitas diri. Kebanggaan tersebut tidak boleh berhenti pada identitas, tetapi harus mendorong kemajuan dan kontribusi bagi masyarakat.
Dalam konteks perjuangan organisasi, ia mengingatkan kader agar tidak menjadikan Muhammadiyah sebagai alat untuk mencapai kepentingan pribadi, termasuk memperoleh jabatan politik.
“Yang benar adalah gunakan diri kita ini untuk Muhammadiyah,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa politik dan berbagai posisi strategis seharusnya menjadi sarana untuk mewujudkan tujuan yang lebih besar, bukan sekadar mengejar kekuasaan. Kader Muhammadiyah perlu menempatkan kepentingan persyarikatan, pengabdian kepada umat, dan penyebaran nilai-nilai Islam sebagai orientasi perjuangan.
Kiai Saad juga mengajak peserta Melati Paripurna Pemuda Muhammadiyah untuk memperluas cakrawala berpikir dan tidak terjebak pada kepentingan jangka pendek. Menurutnya, Muhammadiyah merupakan gerakan besar yang harus menjadi landasan bagi kader dalam membangun visi masa depan.
Melalui kegiatan tersebut, kader muda Muhammadiyah diharapkan mampu meningkatkan kapasitas diri, memperkuat penguasaan teknologi, serta mempersiapkan diri untuk berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional. (taufik)






