Kamis, 29 Oktober 2026
ID EN AR
ID EN AR

PP Muhammadiyah dan Tokoh Muslim Senegal Jajaki Kolaborasi Pendidikan dan Lingkungan

Oleh timredaksi • • 2 Menit Min
PP Muhammadiyah dan Tokoh Muslim Senegal Jajaki Kolaborasi Pendidikan dan Lingkungan

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menerima kunjungan Cheikh Baba Diallo, tokoh spiritual dan pimpinan komunitas Muslim dari Senegal, Afrika Barat.

Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk menjajaki pertukaran nilai keislaman dan spiritualitas serta membangun kerja sama di bidang pendidikan, sosial, dan lingkungan.

Kunjungan tersebut diterima oleh Ketua PP Muhammadiyah Syafiq A. Mughni di Kantor PP Muhammadiyah Jakarta pada Rabu (28/10).

Dalam pertemuan itu, delegasi Senegal memperkenalkan komunitas Liwaul Hamdi yang berpusat di Kaolack serta gerakan Solution Bay: Spirituality yang dikembangkan untuk mendorong tanggung jawab bersama dalam membangun kehidupan yang damai, sejahtera, dan berkelanjutan.

Perwakilan delegasi Senegal menyampaikan bahwa kunjungan tersebut bertujuan membangun hubungan yang lebih erat antara komunitas mereka dan Muhammadiyah. Mereka melihat kesamaan perhatian dalam pengembangan pendidikan, kegiatan sosial, sanitasi, dan pelestarian lingkungan.

“Kami berharap kunjungan ini menjadi awal hubungan yang baik antara Muhammadiyah dan komunitas kami, Liwaul Hamdi. Kami ingin membangun hubungan yang kuat serta bertukar nilai-nilai spiritual dan keislaman,” ujar perwakilan delegasi Senegal.

Ia menjelaskan, Muhammadiyah menjadi rujukan bagi komunitasnya karena kiprah organisasi ini dalam membangun sekolah, mengembangkan pendidikan, dan menjalankan berbagai kegiatan sosial. Kesamaan tersebut mendorong mereka menjajaki peluang kolaborasi yang bermanfaat bagi masyarakat kedua pihak.

Sementara itu, Syafiq A. Mughni menjelaskan bahwa gagasan Solution Bay: Spirituality menempatkan spiritualitas sebagai salah satu landasan untuk membangun kehidupan yang damai, sejahtera, dan peduli terhadap lingkungan.

“Spiritualitas itu ada di berbagai agama dan karena itu seluruh agama berjuang bersama-sama untuk membangun tata kehidupan yang damai, kehidupan yang sejahtera, dan juga untuk menjaga lingkungan,” jelas Syafiq.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal penguatan hubungan antara Muhammadiyah dan komunitas Muslim Senegal melalui pertukaran gagasan keislaman, pengembangan masyarakat, serta kolaborasi dalam isu kemanusiaan dan lingkungan. (taufik)

Tinggalkan Balasan