MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Lembaga Pembinaan Haji dan Umrah (LPHU) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III dan Mudzakarah Nasional Perhajian III pada 23–25 Oktober 2026 di Hotel Gren Alia Tugu Tani, Jakarta Pusat, untuk memperkuat ekosistem dan kelembagaan pelayanan haji.
Mengusung tema “Penguatan Ekosistem dan Kelembagaan untuk Optimalisasi Pelayanan Perhajian”, kegiatan ini dibuka oleh Ketua PP Muhammadiyah, Kiai Saad Ibrahim, pada Jumat (23/10).
Kiai Saad menekankan pentingnya memproyeksikan pelayanan haji yang semakin baik dengan mempertimbangkan perkembangan teknologi informasi, dinamika geopolitik, dan pengetahuan mutakhir.
“Mudzakarah-mudzakarah seperti ini adalah bagian-bagian untuk kita memproyeksikan pelaksanaan ibadah haji di tangan Muhammadiyah itu semakin baik,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua LPHU PP Muhammadiyah, Muhammad Ziyad, menjelaskan bahwa forum ini menjadi momentum untuk mengonsolidasikan potensi Kelompok Binaan Haji dan Umrah (KBIHU) , meningkatkan kualitas pendampingan jemaah, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah menjelang penyelenggaraan haji 2027.
“Kalau ini dikonsolidasikan, kalau ini disinergikan, maka akan menjadi potensi ekonomi yang sangat besar,” ungkap Ziyad.
Selain penguatan kelembagaan, pembahasan juga mencakup pendampingan jemaah lanjut usia (lansia), edukasi menghadapi kondisi di Tanah Suci, serta optimalisasi pelaksanaan dam di Indonesia agar memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
Melalui Rakernas dan Mudzakarah ini, LPHU PP Muhammadiyah mendorong penguatan peran KBIHU dan kolaborasi berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji. (taufik)






