MUHAMMADIYAH.OR.ID, MAKKAH – Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Kerajaan Arab Saudi menerima baik kunjungan silaturahim dari Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Britania Raya dan Irlandia yang berlangsung hangan di Rumah Ahmad Dahlan, Aziziyah, Makkah.
Dalam hal ini, PCIM Kerajaan Arab Saudi diwakili oleh pembina Lembaga Khidmah Haji dan Umrah (LKHU) PCIM Arab Saudi Fazzal Hawari dan jajaran PRIM Makkah diantaranya Ketua PRIM Makkah Qorinul Anhar Karim, Sekretaris PRIM Makkah Asadullah Syamil, Bendahara PRIM Makkah Syubanul Arif Wicaksono dan Habib selaku salah satu anggota PRIM Makkah.
Pertemuan antar PCIM ini tentu memiliki suatu tantangan dakwah yang begitu kontras terlihat. Dalam penyampaian utamanya, PCIM Britania Raya dan Irlandia yang diwakili oleh Ketua PCIM Britania Raya dan Irlandia Ince Dian Aprilyani Azir menyampaikan tantangan dakwah PCIM Britania Raya sebagai komunitas Muslim minoritas.
Salah satu langkah penting yang ditempuh adalah bergabung dengan Dewan Muslim Inggris atau Muslim Council of Britain (MCB) dengan tujuan memperluas jaringan dan memperkuat posisi dakwah Muhammadiyah di tengah masyarakat Inggris.
Selanjutnya, PCIM Britania Raya dan Irlandia juga tengah mengembangkan dakwah kreatif melalui komunitas suporter sepak bola di Inggris dimana baru-baru ini, pihak PCIM bertemu dan melakukan diskusi dengan Manchester United Muslim Supporters Club (MUMSC) di Old Trafford.
Program kolaborasi semacam ini juga turut dicanangkan dan diharapkan dapat meluas ke berbagai klub suporter Muslim di kota-kota Inggris sehingga hal ini akan dapat memperkuat posisi Muhammadiyah dalam mengenalkan dakwah dan nilai-nilai Islam yang dapat berjalan beriringan serta inklusif di tengah tantangan masyarakat minoritas.
Sementara itu, PCIM Arab Saudi melalui PRIM Makkah memaparkan berbagai kegiatan dakwah yang telah berjalan di wilayah kerja mereka. Salah satu program yang mendapat perhatian adalah kajian ummahat, yang telah menjangkau banyak warga Indonesia di Makkah. PCIM Arab Saudi juga memperkenalkan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang aktif, seperti LKHU dan Lazismu, yang berperan dalam pelayanan jamaah dan kegiatan sosial.
“Dari sini tentu kolaborasi antar PCIM harus saling mendukung dan menguatkan. Yang kedua, kami juga berusaha bersama untuk mengisi celah-celah yang kosong supaya kedepan tetap ada program-program strategis yang saling dikolaborasikan dan hal inilah yang saya rasa wajib dilakukan,” ujar Qorin sebagaimana rilis yang diterima redaksi pada Sabtu, (17/10).
Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan awal untuk menjalin kolaborasi strategis antara PRIM Makkah dan PCIM Britania Raya & Irlandia. Kolaborasi tersebut berfokus pada khidmah penyediaan fasilitas umroh transit bagi warga Indonesia yang datang dari Britania Raya, Amerika Serikat, dan negara-negara Eropa.
Dalam keterangannya, Ketua PCIM Britania Raya dan Irlandia Ince Dian Aprilyani Azir menyampaikan bahwa pertemuan ini turut membuka gagasan konsep umroh 3M (Makkah, Madinah, dan Manchester) yang merupakan perpaduan konsep ibadah umroh dengan tur transit di Britania Raya.
“Skema ini dinilai mudah dijalankan karena pemegang visa UK dapat memperoleh visa on arrival di Arab Saudi. Jamaah cukup mengurus visa UK, berkunjung ke Inggris, lalu melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci tanpa harus mengajukan visa Saudi secara terpisah,” jelas Ince.
“Kami di PCIM Britania Raya dan Irlandia siap menyambut dan mendampingi jamaah selama di Inggris, sementara teman-teman di PRIM Makkah dan LKHU PCIM Arab Saudi mendampingi di Tanah Suci,” tambahnya.
Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi bentuk pelayanan nyata Muhammadiyah bagi diaspora Indonesia yang ingi melaksanakan ibadah umroh dengan lebih mudah dan terarah. PCIM Arab Saudi melalui LKHU akan menindak lanjuti saran yang menarik ini dengan menyusun teknis skemanya. (Bhisma)






