Jumat, 16 Oktober 2026
ID EN AR
ID EN AR

Penguasaan Ekonomi Kunci Muhammadiyah Menyongsong Masa Depan

Oleh timredaksi • • 2 Menit Min
Penguasaan Ekonomi Kunci Muhammadiyah Menyongsong Masa Depan

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAMBI – Hadir secara virtual dalam acara peresmian Mentari Mart dan Peletakan batu Pertama Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Jambi (UM Jambi), Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir menyampaikan apresiasi dan optimisme tingginya terhadap perkembangan arus dakwah bisnis dan perekonomian Muhammadiyah.

Dalam hal ini, perkembangan program ekonomi dan bisnis Muhammadiyah yang berada di dalam koordinasi Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Muhadjir Effendy bersama dengan Majelis Ekonomi dan Bisnis PP Muhammadiyah, sebutnya, didasari oleh kekuatan infrastruktur organisasi Muhammadiyah yang berjalan dengan baik, sistematik, luas dan masif. Selain itu, Haedar turut menyebut bahwa spirit dakwah Muhammadiyah yang bergerak dinamis sejak awal kelahirannya juga menjadi faktor penting dalam proses pengembangan organisasi Muhammadiyah.

“Dengan dua modal itu, modal infrastruktur yang kokoh dan spirit pergerakan yang terus hidup, maka yang perlu dilakukan adalah membangun institusi Muhammadiyah yang semakin berjejaring kuat satu sama lain. Tinggal bagaimana amal usaha ini satu sama lain berjejaring agar tidak berjalan sendiri-sendiri,” ucap Haedar pada Jumat (16/10) di Ruang Pusat Syiar Digital Muhammadiyah (PSDM).

Selanjutnya, Haedar menjelaskan bahwa watak Muhammadiyah sejak dahulu adalah senantiasa ingin menghidupkan kesejahteraan sosial bagi semua, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan memajukan bangsa. Atas karakter yang disebutnya itu, Haedar berpesan agar Muhammadiyah harus berjalan dengan sistem yang berbeda dengan sistem kapitalistik.

“Mindset harus terus ditingkatkan untuk membangun bisnis yang strategis. Tapi kita tetap punya karakter yang berbeda dengan kapitalistik yakni membangun tanpa merusak. Ketika ada dampak dari pembangunan itu ya harus bertanggung jawab untuk merecovery, merehabilitasi, mereformasi dan melakukan usaha-usaha perbaikan,” tuturnya.

Maka dari itu, Muhammadiyah di zaman serba modern ini harus senantiasa menjadi kekuatan alternatif yang solutif bagi bangsa dan pembangunan global. Untuk mengelola organisasi besar yang seperti holding company, Haedar berpesan agar warga persyarikatan senantiasa membagun mindset, memiliki standar yang tinggi (high level standar) untuk mewujudkan umat yang terbaik dan berkemajuan.

“Menjadi mukmin yang kuat adalah mereka yang memegang prinsip tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah,” ucapnya.

Diakhir Haedar mengingatkan kembali budaya luhur Muhammadiyah yang mengedepankan etos kerja produktif, yaitu sedikit bicara dan banyak bekerja. Secara jenaka namun filosofis, beliau menyentil pentingnya fokus pada peningkatan pendapatan riil masyarakat ketimbang sekadar berdebat.

“Kalau orang terlalu banyak pendapat itu pendapatannya sedikit. Maka jangan terlalu banyak pendapat, sehingga kita tidak banyak pendapatan,” ujar Haedar.

Maka bersama dengan Majelis Ekonomi dan Bisnis, Haedar optimis bahwa kerja-kerja Muhammadiyah di bidang ekonomi dan bisnis akan semakin meningkat di masa depan. Dalam hal ini, Haedar menegaskan bahwa penguasaan ekonomi adalah kunci strategis untuk masa depan.

“Siapa yang menguasai ekonomi, menguasai dunia bisnis, dia akan menguasai masa depan. Jadi itu mindset yang harus kita bangun,” pungkasnya. (Bhisma)

Tinggalkan Balasan