Rabu, 14 Oktober 2026
ID EN AR
ID EN AR

PCIM Mesir Siapkan Pengembangan Sekolah dan Amal Usaha, PP Muhammadiyah Beri Dukungan

Oleh timredaksi • • 3 Menit Min
PCIM Mesir Siapkan Pengembangan Sekolah dan Amal Usaha, PP Muhammadiyah Beri Dukungan

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Mesir menyampaikan perkembangan organisasi dan sejumlah rencana strategis kepada Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dalam kunjungan ke Kantor PP Muhammadiyah pada Selasa (13/10) di Menteng, Jakarta Pusat.

Dalam kunjungan tersebut dibahas pengembangan lembaga pendidikan, penguatan amal usaha, pembinaan mahasiswa, serta perluasan dakwah Muhammadiyah di Mesir.

Wakil Ketua I PCIM Mesir, Muhammad Aslam Islami, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk menyampaikan perkembangan kepengurusan baru yang telah berjalan selama dua setengah bulan. Sejumlah program yang dibahas meliputi rencana pembangunan SD Muhammadiyah Mesir, pengembangan gedung TK ABA, serta penguatan berbagai amal usaha untuk menopang kegiatan organisasi.

“Kami membicarakan banyak proyek besar, di antaranya pembangunan SD Muhammadiyah Mesir dan pembangunan gedung resmi untuk TK ABA,” ujar Aslam.

Aslam menjelaskan bahwa gagasan pembangunan SD Muhammadiyah Mesir muncul dari permintaan langsung Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo melalui Atase Pendidikan. Muhammadiyah dipandang memiliki kapasitas untuk mengelola amal usaha pendidikan di luar negeri.

Selain pengembangan pendidikan, PCIM Mesir mengelola sejumlah amal usaha, yakni MD Inn di bidang penginapan, MD Travel & Tour di bidang perjalanan wisata, dan MD Catering di bidang penyediaan konsumsi. Usaha tersebut diharapkan dapat memperkuat kemandirian organisasi sekaligus melayani kebutuhan masyarakat Indonesia yang berkunjung ke Mesir.

Aslam juga menyampaikan perkembangan program beasiswa Universitas Al-Azhar bagi mahasiswa Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, PCIM Mesir meminta arahan PP Muhammadiyah mengenai mekanisme pemantauan dan pembinaan mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Mesir.

Ketua PP Muhammadiyah, Syafiq A. Mughni, mengapresiasi perkembangan PCIM Mesir, terutama dalam pembinaan kader yang sedang belajar maupun bekerja di negara tersebut.

“Kami sangat bergembira dan bangga dengan kegiatan mereka dalam rangka membina kader-kader Muhammadiyah yang ada di sana, baik yang sedang belajar maupun yang bekerja,” ungkap Syafiq.

Menurut Syafiq, pengembangan lembaga pendidikan dasar menjadi kebutuhan penting seiring dengan meningkatnya jumlah diaspora Indonesia di Mesir. Karena itu, rencana pembangunan perlu disertai perhitungan yang matang, khususnya terkait keberlanjutan lembaga pendidikan.

“Rencana itu sangat bagus, tetapi memang harus kita perhitungkan dengan matang, terutama terkait keberlanjutan (sustainability) lembaga tersebut, sehingga nantinya dapat berkembang dengan baik,” jelasnya.

Syafiq juga menyampaikan dukungan terhadap program pembinaan mahasiswa, termasuk pengiriman mahasiswa ke Universitas Al-Azhar serta pendampingan melalui amal usaha Muhammadiyah di Indonesia dan PCIM Mesir.

Dalam pertemuan tersebut, perkembangan Tapak Suci di Mesir turut menjadi perhatian. Syafiq mengapresiasi antusiasme masyarakat setempat yang mengikuti latihan Tapak Suci secara rutin dan menilai kegiatan tersebut sebagai salah satu sarana dakwah Muhammadiyah di tingkat internasional.

“Banyak masyarakat Mesir yang berminat mengikuti kelompok Tapak Suci ini, dan mereka mengadakan latihan secara rutin. Ini merupakan salah satu media dakwah yang sangat efektif bagi Muhammadiyah di sana,” tuturnya.

Ke depan, PCIM Mesir berharap dapat merealisasikan berbagai program prioritas, termasuk pengembangan fasilitas pendidikan dan penambahan gedung untuk menampung kader yang terus bertambah. PCIM Mesir juga berencana memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi Indonesia melalui berbagai kegiatan, termasuk program Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Menutup keterangannya, Syafiq berpesan agar mahasiswa Muhammadiyah di Mesir terus meningkatkan prestasi akademik dan memperdalam ilmu sebagai bekal pengabdian setelah kembali ke Indonesia.

“Raih ilmu sebanyak-banyaknya, supaya nanti pulang kembali ke Indonesia bisa mengabdi lewat Persyarikatan Muhammadiyah,” pesannya. (Taufik)

Tinggalkan Balasan