Sabtu, 17 Oktober 2026
ID EN AR
ID EN AR

Muhammadiyah Resmikan Mentari Mart ke-8 dan Mulai Pembangunan Kampus II UM Jambi

Oleh timredaksi • • 2 Menit Min
Muhammadiyah Resmikan Mentari Mart ke-8 dan Mulai Pembangunan Kampus II UM Jambi

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAMBI – Muhammadiyah melalui Majelis Ekonomi dan Bisnis (MEB) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah meresmikan gerai Mentari Mart kedelapan yang berlokasi di kawasan Universitas Muhammadiyah Jambi (UM Jambi), Jumat (16/10). Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula peletakan batu pertama pembangunan Kampus II UM Jambi.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhadjir Effendy berharap pengembangan Mentari Mart di Provinsi Jambi dapat terus diperluas. Ia menargetkan jaringan ritel Muhammadiyah tersebut dapat berkembang hingga mencapai 50 gerai yang tersebar di berbagai daerah di Jambi.

Menurut Muhadjir, perluasan jaringan Mentari Mart tidak sekadar menambah jumlah toko, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi yang menghubungkan distribusi logistik, pemasaran produk, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta penciptaan lapangan kerja.

“Ada pepatah Arab yang saya senangi. Apa yang terjadi hari ini adalah impian kemarin. Tugas kita hari ini adalah membangun impian hari esok,” ujarnya.

Ia menegaskan, perjalanan panjang Muhammadiyah menunjukkan bahwa cita-cita besar dapat diwujudkan melalui kerja berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan Muhammadiyah saat ini merupakan buah dari impian dan perjuangan para pendiri, termasuk KH Ahmad Dahlan.

“Tidak ada mimpi yang tidak jadi kenyataan di Muhammadiyah. Ini dulu mimpinya Kiai Dahlan, sekarang Muhammadiyah dapat seperti ini. Maka, tugas kita sekarang adalah membangun impian bagaimana Muhammadiyah untuk hari esok,” tuturnya.

Selain memperluas jaringan gerai, Muhadjir menekankan pentingnya tata kelola usaha yang inklusif dengan melibatkan berbagai unsur Persyarikatan, termasuk ‘Aisyiyah. Keterlibatan seluruh elemen organisasi dinilai menjadi salah satu kekuatan untuk mendukung pengembangan dan keberlanjutan usaha Muhammadiyah.

Ia mengibaratkan perjalanan Muhammadiyah seperti pelari maraton yang mengutamakan daya tahan dan konsistensi, bukan sekadar kecepatan.

“Muhammadiyah itu ibarat pelari, bukan sprinter, tetapi maraton. Memang larinya tidak cepat, tetapi bisa ratusan tahun bertahan karena Muhammadiyah sudah punya pengalaman bagaimana mengatur pernapasan. Mengetahui kapan mempercepat lari dan kapan harus memperlambat jalan sambil mengatur napas, kemudian nanti lari lagi,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua MEB PP Muhammadiyah M. Zainal Fatah menyampaikan bahwa pengembangan sektor ekonomi dan bisnis merupakan salah satu amanat besar Muktamar Muhammadiyah. Hal tersebut diwujudkan melalui upaya memodernisasi badan usaha Persyarikatan dengan menerapkan tata kelola yang baik, profesional, dan transparan.

Menurutnya, pengembangan Mentari Mart tidak berhenti pada pendirian gerai ritel, tetapi diarahkan untuk membangun ekosistem bisnis yang terintegrasi, termasuk pengembangan pusat distribusi atau distribution center.

“Oleh karena itu, kita sengaja membangun ekosistem ritel. Bukan hanya mendirikan toko, tetapi kita juga bermimpi membangun distribution center yang nantinya bisa berskala nasional maupun dikerjakan secara mandiri,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Kampus II UM Jambi. Pembangunan ini menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi tersebut dalam memperluas kapasitas sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Rektor UM Jambi, Hendra Kurniawan, menyampaikan bahwa Kampus II UM Jambi akan dibangun di atas lahan seluas lima hektare.

Peresmian Mentari Mart kedelapan dan peletakan batu pertama Kampus II UM Jambi menunjukkan upaya Muhammadiyah dalam mengembangkan amal usaha di sektor ekonomi dan pendidikan secara beriringan.

Melalui penguatan jaringan usaha serta perluasan layanan pendidikan, Muhammadiyah terus mendorong kemandirian ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan mengedepankan tata kelola profesional, kolaborasi, dan keberlanjutan. (Bhisma)

Tinggalkan Balasan