Minggu, 25 Oktober 2026
ID EN AR
ID EN AR

Muhammadiyah dan Pemerintah Bersinergi Kembangkan Pariwisata Berbasis Edukasi dan Budaya

Oleh timredaksi • • 2 Menit Min
Muhammadiyah dan Pemerintah Bersinergi Kembangkan Pariwisata Berbasis Edukasi dan Budaya

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Muhammadiyah menggelar Silaturahmi Nasional (Silatnas) bertajuk “Merajut Kolaborasi, Menggerakkan Potensi, Menuju Parekraf Berkemajuan” di Dormitory Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Sabtu (24/10).

Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif di lingkungan Muhammadiyah sekaligus mendorong lahirnya program-program nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menekankan pentingnya keberanian untuk merealisasikan gagasan melalui langkah konkret. Menurutnya, pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif tidak boleh berhenti pada diskusi dan teori, tetapi harus diwujudkan dalam praktik.

“Pesan saya, tinggal dipraktikkan saja, jangan terlalu banyak teori,” ujar Haedar.

Ia juga mengingatkan para pelaku usaha agar lebih mengutamakan tindakan nyata daripada sekadar berpendapat. Menurutnya, keberanian mengambil langkah menjadi salah satu kunci untuk mengembangkan usaha dan menghasilkan manfaat ekonomi.

Haedar turut menyoroti besarnya potensi pariwisata Indonesia yang perlu dikembangkan tanpa meninggalkan nilai-nilai yang menjadi landasannya. Muhammadiyah, menurutnya, dapat berperan dalam mendorong pengembangan pariwisata yang tetap menjunjung nilai-nilai luhur sekaligus memberikan kenyamanan bagi para pengunjung.

Ia juga mengangkat gagasan umat Islam pada masa lalu untuk membangun kapal besar bagi keperluan ibadah haji sebagai contoh pentingnya keberanian menghadirkan ide-ide besar. Gagasan tersebut perlu disertai langkah nyata agar dapat diwujudkan dan memberikan manfaat yang luas.

Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengapresiasi Lembaga Pengembangan Ekonomi dan Kewirausahaan (LPEK) PP Muhammadiyah yang terus membuka ruang kolaborasi untuk mengembangkan potensi daerah dan memberdayakan masyarakat.

Menurutnya, Muhammadiyah memiliki modal penting dalam pengembangan ekonomi kreatif melalui kiprahnya di bidang pendidikan dan pelayanan sosial. Jaringan dan pengalaman tersebut dapat dimanfaatkan untuk mempertemukan unsur sejarah, pendidikan, dan kreativitas dalam pengembangan ekonomi kreatif.

“Semangat Muhammadiyah dalam pendidikan dan pelayanan sosial merupakan modal penting bagi pengembangan ekonomi kreatif,” ujarnya.

Ia berharap kerja sama antara Kementerian Ekonomi Kreatif dan PP Muhammadiyah dapat terus diperkuat, mulai dari peningkatan keterampilan hingga perluasan akses pasar bagi para pelaku ekonomi kreatif.

Sementara itu, Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, yang diwakili Asisten Deputi Kementerian Pariwisata, Indri Wahyu Susanti, turut mengapresiasi kontribusi Muhammadiyah selama lebih dari satu abad dalam memajukan bangsa melalui bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

Ia menegaskan bahwa pariwisata tidak sekadar menjadi sarana rekreasi, tetapi juga ruang pembelajaran untuk mengenal kebudayaan dan kehidupan masyarakat.

“Pariwisata lebih dari sekadar jalan-jalan. Perlu diketahui, di balik jalan-jalan itu terdapat pembelajaran. Pariwisata itu bukan hanya memberikan kesempatan orang-orang jalan-jalan, tapi pada kesempatan yang sama kita juga dapat belajar budaya,” tuturnya.

Indri menambahkan bahwa pengembangan pariwisata berkualitas membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Jaringan Muhammadiyah di bidang pendidikan, kesehatan, dan kewirausahaan dinilai menjadi potensi besar yang dapat dikembangkan bersama untuk melahirkan program-program konkret bagi kemaslahatan masyarakat.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan peluncuran wisata napak tilas serta penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PP Muhammadiyah yang diwakili Ketua PP Muhammadiyah Muhadjir Effendy dan Kementerian Pariwisata yang diwakili Indri Wahyu Susanti. (Diva)

Tinggalkan Balasan