Kamis, 29 Oktober 2026
ID EN AR
ID EN AR

Kultum di PP Muhammadiyah, Kapolri Ajak Bersatu Lawan Narkoba dan Hoaks

Oleh timredaksi • • 2 Menit Min
Kultum di PP Muhammadiyah, Kapolri Ajak Bersatu Lawan Narkoba dan Hoaks

MUHAMMADIYAH.OR.ID , JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengajak Muhammadiyah dan seluruh elemen masyarakat memperkuat sinergi dalam memberantas narkoba, menjaga persatuan, serta merawat keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Pesan tersebut disampaikan Kapolri pada Rabu (28/7) saat memberikan kultum setelah salat Zuhur berjamaah di Masjid At-Tanwir, di sela-sela agenda kunjungannya ke Kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Suyudi menyampaikan apresiasi kepada PP Muhammadiyah atas dukungan dan kerja sama yang selama ini terjalin dengan Polri, mulai dari tingkat Mabes, Polda, Polres, hingga Polsek. Menurutnya, kolaborasi antara kepolisian, ulama, dan masyarakat menjadi salah satu kekuatan dalam menjaga situasi Indonesia tetap aman dan kondusif.

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas dukungan merajut kamtibmas selama ini. Mari kita lanjutkan,” ujar Suyudi.

Kapolri juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Ia menyoroti penyebaran hoaks, fitnah, dan ujaran kebencian di ruang digital yang berpotensi memecah belah masyarakat.

“Dulu istilahnya mulutmu harimaumu. Sekarang jarimu juga bisa menjadi harimaumu,” tuturnya.

Menurut Suyudi, masyarakat perlu lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan memastikan kebenaran informasi sebelum menyebarkannya. Ia mengajak para ulama, tokoh masyarakat, dan keluarga untuk membangun budaya komunikasi yang santun serta saling mengingatkan dalam kebaikan.

Selain menjaga ruang digital, Suyudi menekankan pentingnya memberantas peredaran narkotika, obat-obatan terlarang, dan minuman keras. Ia menilai penyalahgunaan zat-zat tersebut menjadi salah satu pemicu kejahatan jalanan, perampokan, pembunuhan, tawuran, dan berbagai gangguan kamtibmas lainnya.

Karena itu, ia meminta masyarakat tidak ragu melaporkan dugaan peredaran narkoba maupun pihak-pihak yang melindungi para pengedar. Suyudi menegaskan bahwa penindakan harus dilakukan tanpa pandang bulu, termasuk apabila terdapat anggota kepolisian yang terlibat.

“Kalau ada informasi-informasi yang tadi saya sampaikan, jangan pernah kecil hati, jangan pernah ragu, laporkan, adukan,” tegasnya.

Suyudi juga mengajak Muhammadiyah memperkuat semangat amar makruf nahi mungkar melalui kerja sama antara Polri, ulama, umara, dan masyarakat. Menurutnya, sinergi tersebut diperlukan untuk menjaga kedaulatan negara sekaligus menciptakan lingkungan sosial yang aman bagi generasi mendatang.

Ia mengaitkan upaya pemberantasan narkoba dengan cita-cita Indonesia Emas 2045. Menurutnya, masa depan bangsa akan sangat ditentukan oleh kemampuan seluruh elemen masyarakat dalam mengatasi persoalan yang merusak kehidupan sosial dan generasi muda.

“Kalau kita bisa memberantas bersama-sama tanpa pandang bulu, yakinlah 2045 Indonesia Emas akan terwujud. Tapi kalau sebaliknya kita tidak bersatu padu, maka 2045 Indonesia akan cemas. Kita memilih mana, mau Emas atau Cemas?, ” ujarnya.

Melalui kultum tersebut, Suyudi berharap sinergi Polri dan Muhammadiyah terus diperkuat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam membangun masyarakat yang berakhlak, menjunjung persatuan, dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat. (Taufik)

Tinggalkan Balasan