MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengingatkan pemerintah agar setiap kebijakan yang diambil tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program, tetapi juga mampu menciptakan kenyamanan psikologis bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Haedar saat memberikan keterangan kepada media selepas memberikan Amanah dalam Resepsi Milad ke-35 Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta di Hall Walidah Dahlan pada Rabu (14/10).
Haedar menanggapi temuan survei Center of Economic and Law Studies (CELIOS) yang menunjukkan bahwa 75 persen responden dari kalangan masyarakat umum merasa stres menghadapi kebijakan pemerintah. Menurutnya, temuan tersebut perlu menjadi masukan penting bagi pemerintah untuk mengevaluasi sekaligus memperbaiki arah kebijakan agar sesuai dengan kebutuhan bangsa dan negara.
“Kalau ada yang keliru, yang tidak tepat, ya diperbaiki. Tidak ada salahnya memperbaiki,” ujar Haedar.
Selain evaluasi kebijakan, Haedar menekankan pentingnya komunikasi publik yang terbuka dan transparan. Menurutnya, pemerintah perlu menjelaskan berbagai aspek kebijakan kepada masyarakat, mulai dari persoalan yang melatarbelakangi pengambilan keputusan, tujuan yang hendak dicapai, hingga sasaran kebijakan tersebut.
Keterbukaan informasi menjadi penting agar masyarakat dapat memahami alasan di balik setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. Dalam hal ini, Haedar menyebut, media sosial hingga berbagai kanal komunikasi digital lainnya juga dapat dimanfaatkan untuk membangun komunikasi yang lebih efektif antara pemerintah dan masyarakat.
“Sekarang kan lebih mudah, ada media sosial. Jadi saya yakin ini menjadi bagian penting dari kita, karena itu juga kan menyangkut kesehatan mental bangsa,” jelasnya.
Haedar menegaskan bahwa perbaikan kebijakan dan komunikasi publik perlu berjalan beriringan. Pemerintah tidak cukup hanya memastikan kebijakan terlaksana, tetapi juga perlu memperhatikan dampaknya terhadap kehidupan sosial dan kondisi psikologis masyarakat.
Dengan demikian, kebijakan publik diharapkan mampu menghadirkan kenyamanan mental dan sosial, sekaligus membangun suasana psikologis yang lebih sehat bagi seluruh warga bangsa. (Bhisma)






