Minggu, 11 Oktober 2026
ID EN AR
ID EN AR

Haedar Nashir Ajak Elite Bangsa Introspeksi dan Jaga Kedewasaan Berdemokrasi

Oleh timredaksi • • 2 Menit Min
Haedar Nashir Ajak Elite Bangsa Introspeksi dan Jaga Kedewasaan Berdemokrasi

MUHAMMADIYAH.OR.ID, SIDOARJO – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghormati keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia menekankan pentingnya sikap dewasa, moderat, dan taat hukum dalam menyikapi dinamika politik nasional.

Haedar menyampaikan hal tersebut di sela-sela peresmian gedung baru SD Muhammadiyah 1 dan 2 Taman Sidoarjo (SD Mumtaz), Sabtu (10/10). Menurutnya, Muhammadiyah senantiasa berpegang pada dasar falsafah negara, hukum, serta ketentuan yang berlaku di Indonesia.

Ia menegaskan bahwa setiap keputusan lembaga peradilan, termasuk MK, perlu dihormati. Sementara itu, pihak-pihak yang merasa keberatan tetap dapat menempuh jalur hukum yang tersedia sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

“Bagi yang tidak puas, ya silakan tempuh proses hukum yang masih terbuka,” ujar Haedar.

Namun, Haedar juga mengingatkan agar pihak yang merasa puas dengan putusan tersebut tidak menunjukkan sikap menang sendiri. Menurutnya, persoalan hukum kerap memiliki dimensi yang kompleks dan bersinggungan dengan kepentingan politik sehingga perlu disikapi secara bijaksana.

Haedar menilai Indonesia membutuhkan sikap tenang dan moderat dalam menghadapi berbagai persoalan hukum maupun politik. Sikap tersebut penting agar energi bangsa tidak habis terserap oleh konflik berkepanjangan yang dapat menghambat agenda pembangunan dan kemajuan nasional.

Ia mengajak para elite bangsa dan seluruh warga negara untuk melakukan introspeksi terhadap kondisi demokrasi dan penegakan hukum di Indonesia. Evaluasi diperlukan untuk mengidentifikasi berbagai kekurangan dan kelemahan dalam sistem yang berjalan.

“Mana yang salah, mana yang kurang, mana yang lemah, dan kenapa kita menjadi sering seperti ini, sampai segala sesuatu masuk ke ranah hukum, ke Mahkamah Konstitusi,” ungkapnya.

Haedar berharap polemik serupa tidak terus berulang. Menurutnya, bangsa Indonesia masih menghadapi banyak persoalan mendasar yang membutuhkan perhatian dan kerja bersama sehingga perbedaan pandangan politik tidak semestinya menguras energi kolektif bangsa.

Selain mengingatkan pentingnya kedewasaan berdemokrasi, Haedar menekankan bahwa kejujuran harus menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Setiap keberhasilan, menurutnya, harus diraih melalui cara-cara yang jujur dan sesuai dengan aturan, bukan dengan menghalalkan segala cara demi mencapai tujuan.

Ia juga menegaskan pentingnya perbaikan sistem hukum dan politik secara berkelanjutan. Sistem yang baik harus mampu menjamin keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa membeda-bedakan golongan maupun kepentingan.

Bagi Haedar, penyelesaian persoalan hukum tidak cukup berhenti pada putusan lembaga peradilan. Evaluasi terhadap sistem dan penguatan integritas para penyelenggara negara juga diperlukan agar kepercayaan publik terhadap demokrasi dan penegakan hukum tetap terjaga.

Tinggalkan Balasan