Jumat, 23 Oktober 2026
ID EN AR
ID EN AR

Di Era AI, Mubalig Muda Muhammadiyah Harus Perkuat Spiritualitas dan Kaderisasi

Oleh aanardianto • • 2 Menit Min
Di Era AI, Mubalig Muda Muhammadiyah Harus Perkuat Spiritualitas dan Kaderisasi

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANTUL – Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Fathurrahman Kamal membuka Pelatihan Nasional Mubaligh Muda/Mahasiswa Muhammadiyah (PNM3) di Institut Tabligh Muhammadiyah pada (21/10).

Dalam sambutannya, Fathurrahman berpesan supaya kader untuk membangun kemandirian dan kompetensi profesional, serta menyiapkan diri untuk menghadapi perubahan teknologi informasi.

Menurutnya, kemajuan teknologi dengan dilahirkan Artificial Intelligence (AI) dapat menjadi pesaing serius bagi manusia dari segi intelektual. Namun demikian, tidak dengan dimensi spiritual yang masih menjadi keunggulan manusia.

“Satu hal yang tidak pernah dimiliki oleh AI, yaitu spiritualitas. Dimensi irfani, kejernihan hati dan pengalaman spiritual sebagai bekal penting bagi kader dakwah di tengah perubahan zaman,” katanya.

Sebagai mubalig yang telah lama meniti jalan dakwah, Fathur menjelaskan, kegiatan organisasi tidak otomatis menjadi ruang untuk pembinaan. Sebab dakwah bukan tugas atau jabatan, melainkan sebuah perintah Tuhan yang dijalankan berkesinambungan.

“Aktivitas tidak boleh menggantikan pembinaan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Fathurrahman Kamal juga mengingatkan supaya kader dakwah tidak terjebak dalam konflik ego sektoral, perebutan pengaruh, dan menggunakan lembaga Persyarikatan untuk kepentingan pribadi.

Sebab dakwah harus dijalankan dengan penuh etika, serta sikap adil dalam melihat sebuah perbedaan. Dengan demikian, kader diharapkan tidak mengedepankan ego hanya untuk menjatuhkan rekan seperjuangan yang memiliki perbedaan.

Fathurrahman Kamal juga berpesan bahwa dakwah juga kaderisasi sebagai proses menumbuhkan diri dan orang lain, bukan sebatas merekrut anggota kemudian menjalankan kegiatan.

“Kepemimpinan dakwah bukan sekadar menggerakkan program, tapi juga merawat manusia,” katanya.

Kegiatan yang diselenggarakan secara kolaboratif antara Majelis Tabligh dan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, serta IMM ini diikuti oleh 42 peserta yang merupakan perwakilan dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA).

Tinggalkan Balasan