Rabu, 28 Oktober 2026
ID EN AR
ID EN AR

107 Tahun TK ABA, ‘Aisyiyah Teguhkan Pendidikan Anak Berbasis Akhlak dan Kasih Sayang

Oleh timredaksi • • 2 Menit Min
107 Tahun TK ABA, ‘Aisyiyah Teguhkan Pendidikan Anak Berbasis Akhlak dan Kasih Sayang

MUHAMMADIYAH.OR.ID, SEMARANG – Kiprah ‘Aisyiyah dalam dunia pendidikan anak usia dini telah berlangsung lebih dari satu abad. Melalui Taman Kanak-Kanak (TK) ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA), ‘Aisyiyah turut meletakkan fondasi pendidikan anak usia dini di Indonesia sejak 1919.

Dalam sejarahnya, ‘Aisyiyah memelopori pendidikan taman kanak-kanak dengan mendirikan lembaga pendidikan bernama Frobel pada 1919. Nama tersebut terinspirasi dari Friedrich Fröbel, tokoh pendidikan asal Jerman yang dikenal sebagai pelopor pendidikan taman kanak-kanak. Pada 1924, lembaga tersebut kemudian berganti nama menjadi TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA).

Perubahan nama tersebut tidak sekadar menjadi penanda identitas kelembagaan, tetapi juga mencerminkan semangat ‘Aisyiyah dalam membangun pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Islam dan nasionalisme. Pendidikan TK ABA dikembangkan agar dapat diakses oleh anak-anak pribumi dari berbagai kalangan, tanpa terikat pada sekat sosial tertentu.

Seiring perkembangannya, TK ABA tidak hanya menjadi ruang belajar bagi anak-anak, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar ‘Aisyiyah dalam membangun generasi yang berakhlak, mandiri, dan berkemajuan.

Pentingnya peran pendidik dalam proses tersebut disampaikan oleh Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sekaligus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Mendikdasmen RI), Abdul Mu’ti. Menurutnya, menjadi guru, baik di jenjang pendidikan dasar, menengah, maupun taman kanak-kanak, bukanlah pekerjaan yang mudah. Guru memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter dan kepribadian peserta didik.

“Ibu-ibu (guru) adalah role model. Karena ibu-ibu adalah teladan bagi para murid. Maka ibu tidak hanya hadir sebagai seorang pengajar, tapi hadir sebagai orang tua,” ujarnya dalam Apel Akbar Milad TK ABA ke-107 dan Milad Ikatan Guru ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) ke-29 yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah IGABA Jawa Tengah di GOR Jatidiri, Kota Semarang, Sabtu (24/10).

Menurut Abdul Mu’ti, guru TK memiliki kedekatan tersendiri dengan anak didik karena berada pada fase awal pertumbuhan dan perkembangan mereka. Oleh karena itu, tugas guru tidak cukup hanya menyampaikan pengetahuan, tetapi juga memberikan perhatian, kasih sayang, dan keteladanan yang dapat menjadi bekal bagi anak dalam menjalani kehidupan.

Sementara itu, Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, menegaskan bahwa guru TK memiliki peran penting dalam membangun fondasi akhlak sekaligus mengembangkan potensi anak sejak usia dini. Melalui pendampingan yang tepat, guru turut membantu menumbuhkan rasa percaya diri, kreativitas, serta kemampuan anak dalam mengenali dirinya sendiri.

“Dan tentunya di tangan bapak ibu semuanya yang mengajar dengan penuh kasih sayang, anak-anak akan mulai mengenal siapa dirinya sesungguhnya,” tuturnya.

Mengutip Surah An-Nahl ayat 78, Salmah mengingatkan bahwa setiap anak memiliki potensi yang dianugerahkan oleh Allah SWT. Potensi tersebut perlu dikembangkan melalui proses pendidikan yang memperhatikan kebutuhan dan tahap perkembangan anak.

Karena itu, ia berpesan agar para guru terus meningkatkan kompetensi dan memperbarui pengetahuan, sekaligus menjadikan kasih sayang dan keteladanan sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran.

“Dengan skill yang dimiliki, bapak ibu guru bisa mengajar dengan sepenuh hati, penuh kasih sayang, dan mengutamakan keteladanan bagi para anak didik kita. Guru yang baik adalah guru yang bukan hanya mampu mengajar, tapi harus bisa mengajar dengan sepenuh hati dan tentunya juga mampu memperbarui keilmuan pada dirinya sendiri,” pungkasnya. (Bhisma)

Tinggalkan Balasan