MUHAMMADIYAH.OR.ID, BEKASI – Ibadahnya warga Muhammadiyah tidak hanya beraspek vertikal kepada Tuhan, melainkan juga berdampak secara horizontal ke manusia dan seluruh alam.
Hal itu tidak hanya diajarkan oleh Pendiri Muhammadiyah, Kiai Ahmad Dahlan, tapi juga dipraktikkan olehnya. Sehingga ibadah yang dilakukan oleh warga Muhammadiyah dampaknya dirasakan oleh manusia dan alam sekitar.
Oleh karena itu, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhadjir Effendy mengajak warga Muhammadiyah untuk senantiasa meneladani nilai-nilai dan perilaku yang dicontohkan oleh pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan.
“Teladan yang perlu dicontoh dari Kiai Dahlan, ibadah ritual harus berdampak langsung pada aksi kemanusiaan, seperti menyantuni anak yatim dan fakir miskin,” kata Muhadjir pada (30/8) dalam Pengajian Hari Bermuhammadiyah yang diselenggarakan oleh PDM Kabupaten Bekasi.
Bagi Muhammadiyah, melihat ketertindasan yang dialami oleh kelompok marjinal bukan sekadar bersimpati (merasa kasihan), melainkan berempati dengan turun tangan langsung menyelesaikan masalah sosial.
Berangkat dari semangat itu, dakwah amar ma’ruf nahi munkar yang dilakukan Muhammadiyah dilakukan melalui cara-cara yang berdampak panjang dan berkelanjutan, yakni melalui institusi pendidikan untuk mencerdaskan.
Maka pada kesempatan ini Muhadjir Effendy mengapresiasi atas yang dilakukan PDM Bekasi untuk usaha menjaga marwah dakwah Muhammadiyah melalui Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah yang di dalamnya ada berbagai macam institusi pendidikan.
Ketua PDM Kabupaten Bekasi, Bakir Nurhadi menyampaikan, Pusat Dakwah Muhammadiyah Sriamur saat ini sudah beroperasi Pondok Pesantren Tahfidz Abdul Kahar Muzakir, SD Muhammadiyah 02 yang menginduk ke SD Muhammadiyah Setu dan TK ABA 11.
Senada dengan itu, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tambun Utara, Ki Ageng Tumadi menambahkan, pihaknya juga sedang membangun dan mengembangkan Masjid Darussalam yang berlokasi di Desa Karangsatria, Kecamatan Tambun Utara.






