Kamis, 24 September 2026
ID EN AR
ID EN AR

Syafiq Mughni Beberkan Lima Fokus Tantangan Internasionalisasi Muhammadiyah

Oleh aanardianto 2 Menit Min
Syafiq Mughni Beberkan Lima Fokus Tantangan Internasionalisasi Muhammadiyah

MUHAMMADIYAH.OR.ID, MEDAN – Sebagai gerakan Islam internasional, Muhammadiyah menghadapi lima tantangan yang mendesak untuk segera diselesaikan. Tantangan pertama adalah sektarianisme.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Syafiq A. Mughni. Isu sectarian division menurutnya memiliki dua sisi mata uang, bisa jadi positif tapi juga negatif.

Isu sektarian ini menurutnya memiliki sisi positif sebagai realitas intelektual dan jika dilihat dengan kacamata pemikiran. Namun menjadi negatif jika dilihat dengan kacamata di luar sektarian.

“Kalau itu adalah sebuah realitas intelektual sangat positif. Tetapi kalau ini kemudian dimanfaatkan untuk kepentingan-kepentingan di luar sektarian, di luar pemikiran-pemikiran intelektual, maka ini bisa memperparah atau menjadi pecahnya, renggangnya ukhuwah islam,”kata Syafiq pada Selasa (22/9) di UMSU.

Dalam pengamatannya, jika isu sektarian dilihat dengan bingkai politis akan menjadi bahan bakar untuk memanaskan pertikaian. Seperti yang terjadi akhir-akhir ini di dunia Islam.

Tantangan kedua adalah lemahnya lembaga multilateral dalam menghadapi masalah dunia saat ini. Secara lebih khusus menyebut lembaga itu adalah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Bagaimana tidak berdayanya dalam mengatasi problem-problem penyalahgunaan kekuasaan ketidakadilan yang dilakukan oleh sebagian dari negara anggotanya,”ungkapnya.

“Dan ini adalah kelemahan yang jelas sekali yang menuntut kita semua untuk bisa bergerak dan menjawab tantangan yang selama ini menjadi problem bagi masyarakat internasional,”sambung Syafiq.

Selanjutnya adalah tantangan yang ketiga yaitu Islamophobia– ketidaksukaan sebagian masyarakat dunia terhadap Islam. Islam di mata mereka kerap dicap sebagai problem makers.

Meskipun PBB telah mendeklarasikan Bulan Maret sebagai bulan Anti Islamofobia, namun kenyataannya masih saja terjadi ketidaksukaan terhadap Agama Islam. Mereka hendak mengusir Islam dari negaranya.

“Kita menganggap itu sebagai tantangan sehingga kita semua harus bekerja keras untuk bisa mengatasi atau menyelesaikan akibat negatif dari berbagai fenomena Islamofobia itu,”tutur Syafiq.

Tantangan keempat adalah krisis iklim. Mengutip beberapa sumber, Syafiq menjelaskan, jika masalah krisis iklim ini masih berlangsung seperti ini sampai beberapa tahun ke depan, maka bumi akan tidak bisa dihuni oleh makhluk hidup.

“Kita kalau tidak berbuat sesuatu berarti akan mewariskan malapetaka itu bagi generasi yang akan datang,”kata Syafiq.

Tantangan terakhir atau kelima adalah violent extremism (radikalisme). Tak bisa dipungkiri isu radikalisme masih menjadi tantangan Muhammadiyah, dan masyarakat dunia ini tanpa terkecuali.

“Maka saya kira kita tidak bisa melihatnya sebagai eksklusif di kalangan umat Islam. Kekerasan atau ekstrim kekerasan itu dan bahkan itu sudah menjadi gejala di berbagai agama, di berbagai kawasan, di berbagai bangsa,”ungkapnya.

Syafiq menegaskan, isu ekstrimisme bukan identik dengan umat beragama, atau umat Islam saja, tapi sudah menjadi tantangan umum bagi kehidupan masyarakat dunia.

Tinggalkan Balasan