MUHAMMADIYAH.OR.ID, MANGGARAI TIMUR – Relawan Muhammadiyah menjadi salah satu unsur kemanusiaan yang paling awal hadir dan paling akhir meninggalkan lokasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak gempa Flores, termasuk pelayanan kesehatan.
Hal tersebut disampaikan Camat Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Emilianus Sarjanit, pada Sabtu (20/9), dalam agenda penarikan Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah Type 1 Fixed sekaligus penyerahan bantuan operasional kepada Posko Koordinasi Wilayah (Poskorwil) dan Posko Koordinasi Daerah (Poskorda) Muhammadiyah di Manggarai Timur.
Menurut Emilianus, penarikan EMT Muhammadiyah menjadi kabar yang mengharukan bagi masyarakat. Pasalnya, selama berada di wilayah tersebut, para relawan Muhammadiyah telah membangun kedekatan dengan masyarakat dan dianggap sebagai bagian dari keluarga.
“Penarikan EMT Muhammadiyah ini bagi kami merupakan kehilangan dan kabar yang tidak baik. Kehadiran Muhammadiyah melalui EMT telah menjadi bagian dari keluarga masyarakat di sini,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Muhammadiyah melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) atas berbagai layanan dan bantuan yang diberikan selama masa tanggap darurat.
“Kepada lembaga MDMC, kepada keluarga besar Muhammadiyah, saya ulang-ulang menyampaikan bahwa MDMC Muhammadiyah sudah menghapus air mata kami,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Kepala Puskesmas Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara, Ferni Riwu. Ia mengaku kehadiran relawan Muhammadiyah sangat membantu pelayanan kesehatan masyarakat sejak gempa Flores terjadi pada 15 Agustus 2026.
Ferni mengenang, pada hari pertama pascagempa, tenaga kesehatan di wilayahnya harus bekerja dengan keterbatasan. Bantuan dari relawan Muhammadiyah baru tiba beberapa hari kemudian dan memberikan dukungan signifikan terhadap pelayanan kesehatan.
“Satu kali 24 jam pertama kami berjuang sendiri. Sampai pada akhirnya hari ketiga, relawan dari luar Manggarai Timur datang atas nama Muhammadiyah,” kenangnya.
Menurut Ferni, pelayanan kesehatan yang dilakukan relawan Muhammadiyah tidak hanya terpusat di Puskesmas Dampek. Kerusakan bangunan puskesmas dan luasnya cakupan wilayah kerja membuat pelayanan kesehatan membutuhkan dukungan tambahan.
Karena kondisi bangunan puskesmas yang mengalami kerusakan berat, tim Muhammadiyah kemudian mendirikan Rumah Sakit Lapangan EMT Type 1 Fixed di halaman samping Puskesmas Dampek.
“Ternyata di dalam tenda-tenda seperti ini terbentuk sebuah sistem pelayanan yang sangat bagus. Saya yakin masyarakat akan terlayani dengan baik. Terbukti, di awal ada peningkatan kunjungan,” jelasnya.
Berbagi Kekuatan dan Layanan Lanjutan Muhammadiyah
Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, dr. Agus Taufiqurrahman, yang hadir langsung di Dampek, menegaskan bahwa penarikan EMT bukan berarti berakhirnya pendampingan Muhammadiyah kepada masyarakat terdampak gempa Flores.
Menurutnya, setelah fase tanggap darurat, Muhammadiyah akan melanjutkan dukungan melalui pelayanan rehabilitasi serta penguatan masyarakat agar lebih tangguh menghadapi bencana.
“Penarikan ini bukan akhir. Ke depan akan ada pelayanan rehabilitasi dan penguatan masyarakat tangguh bencana oleh Muhammadiyah,” ujarnya.
Agus menambahkan, Indonesia merupakan negara dengan potensi bencana yang tinggi. Karena itu, Muhammadiyah perlu membangun kekuatan relawan yang dapat bergerak secara cepat dan berbagi peran ketika bencana terjadi di berbagai wilayah.
“Anak Krakatau meletus. Nah, tentu bagi Muhammadiyah harus berbagi kekuatan itu. Belum lagi teman-teman MDMC yang sekarang masih di karhutla dan penyediaan oksigen,” ungkapnya.
Penarikan EMT Muhammadiyah juga bukan menjadi akhir dari pendampingan terhadap penyintas gempa Flores. Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Nusa Tenggara Timur (NTT), Mukhsin Masri, menegaskan bahwa perhatian Muhammadiyah terhadap masyarakat terdampak akan terus berjalan.
“Sekalipun secara resmi hari ini MDMC akan kembali, saya punya keyakinan melalui Pak Ketua PP Muhammadiyah, perhatian kita, MDMC, masih berjalan. Tendanya saja dibongkar, tetapi mungkin perhatiannya terus,” tuturnya.
Sebagai putra daerah Manggarai Timur, Mukhsin menyampaikan terima kasih atas kepedulian, kasih sayang, dan bantuan Muhammadiyah kepada masyarakat terdampak gempa Flores, khususnya di Manggarai Timur dan NTT pada umumnya.
Dalam kesempatan tersebut, Muhammadiyah juga menyalurkan tali asih dan bantuan stimulasi untuk mendukung penguatan gerakan Muhammadiyah di tujuh Poskorda, yakni di Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ende, Sikka, Nagekeo, dan Ngada, serta Poskorwil Muhammadiyah NTT.






