Rabu, 30 September 2026
ID EN AR
ID EN AR

PusdiklatMu-LSP Muhammadiyah Gelar Sertifikasi Kompetensi Peneliti BNSP

Oleh timredaksi • • 2 Menit Min
PusdiklatMu-LSP Muhammadiyah Gelar Sertifikasi Kompetensi Peneliti BNSP

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Pusat Pendidikan dan Latihan Muhammadiyah (PusdiklatMu) dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Muhammadiyah berkolaborasi menggelar Uji Kompetensi (Ujikom) bersertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk skema Okupasi Peneliti pada Sabtu (5/9). Sertifikasi kompetensi Peneliti berbasis BNSP ini merupakan pertama dan satu-satunya yang diselenggarakan oleh lembaga sertifikasi profesi di Indonesia hingga hari ini.

Diikuti 34 dosen dan peneliti dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia, Ujikom tersebut menjadi penutup dari rangkaian Pelatihan Berbasis Kompetensi Okupasi Peneliti yang berlangsung dari tanggal 2 hingga 3 September 2026.

Sarjiah selaku Direktur PusdiklatMu menyampaikan apresiasinya kepada setiap peserta yang berkenan mengikuti acara hingga selesai. Senada dengan hal tersebut, Filosa Gita sebagai Direktur LSP Muhammadiyah juga bersyukur kegiatan ini dapat diikuti oleh dosen-dosen PTMA. Menurutnya, hal tersebut penting selain menambah kemahiran sang dosen juga sebagai pembuktian memiliki kompetensi yang terstandar nasional dari BNSP.

“Ini menjadi nilai tambah bagi dosen,” ujar Gita.

PusdiklatMu sebagai penyelenggara pelatihan dan LSP Muhammadiyah sebagai lembaga yang berwenang menerbitkan sertifikat kompetensi merancang kegiatan mulai dari perancangan kurikulum, pelaksanaan pelatihan, hingga uji kompetensi.

Skema sertifikasi ini mengacu pada Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 86 Tahun 2023 tentang Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia untuk jabatan kerja peneliti, dengan cakupan 17 unit kompetensi mulai dari penulisan karya ilmiah, kekayaan intelektual, naskah akademik kebijakan, hingga pengusulan pendanaan riset ke lembaga donor dalam dan luar negeri.

Alih-alih menyampaikan 17 unit kompetensi sebagai sesi-sesi terpisah, tim pengembang dari kedua lembaga justru memadatkannya menjadi sejumlah modul tematik yang saling berkaitan yang dipadukan antara penguatan nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK) dengan materi teknis penelitian.

Materi dibuka oleh Paryanto dengan tajuk “Menjadi Peneliti PTMA yang Berintegritas dan Berdampak”. Ia mengaitkan arah riset peserta dengan Risalah Islam Berkemajuan (RIB), Rencana Induk Riset Nasional, hingga agenda pembangunan berkelanjutan global atau SDGs.

Turut hadir juga menjadi narasumber dari berbagai lintas disiplin: Surahma Asti Mulasari mengisi “Penyusunan Proposal Riset Kompetitif Nasional/Internasional”, Ridho Al Hamdi membawakan “Naskah Akademik dan Kebijakan”, Andri Pranolo mengajarkan “Penulisan Artikel Ilmiah dengan Struktur IMRaD Tingkat Nasional”, Novi Caroko mengisi “Kekayaan Intelektual: Terdaftar hingga Granted”, dan Iman Sumarlan yang mendampingi peserta menyusun draf proposal pendanaan riset dalam sesi penugasan terstruktur.

Kolaborasi antara PusdiklatMu dan LSP Muhammadiyah ini diharapkan menjadi model pengembangan skema sertifikasi lain di lingkungan Persyarikatan maupun LSP lainnya pada masa mendatang. Sehingga program pengembangan kompetensi dapat berlanjut dan tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi juga berujung pada pengakuan formal yang diakui secara nasional. (Alam)

Tinggalkan Balasan