Rabu, 30 September 2026
ID EN AR
ID EN AR

Pastikan Dapur SPPGM Profesional, Muhammadiyah Bekali Chef dengan Sertifikasi BNSP

Oleh timredaksi • • 2 Menit Min
Pastikan Dapur SPPGM Profesional, Muhammadiyah Bekali Chef dengan Sertifikasi BNSP

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA — Badan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah (BPPGM) menyelenggarakan Pelatihan dan Uji Kompetensi Sertifikasi Chef secara virtual melalui Zoom, pada Kamis (3/9).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Muhammadiyah untuk memastikan seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah (SPPGM) memiliki tenaga yang kompeten dan tersertifikasi, khususnya pada posisi chef yang bertanggung jawab dalam proses pengolahan makanan.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agus Taufiqurrahman, yang hadir dalam kegiatan tersebut berpesan agar seluruh peserta menjadikan pekerjaan sebagai bagian dari ibadah.

Menurut Agus, prinsip tersebut penting untuk memastikan setiap pekerjaan dilakukan dengan benar serta mengikuti tata cara dan standar yang telah ditetapkan.

Agus menyambut baik penyelenggaraan sertifikasi bagi chef SPPGM. Menurutnya, sertifikasi merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan standar kerja dan profesionalisme dalam pengelolaan dapur SPPGM.

Ia mengaitkan standar tersebut dengan prinsip makanan yang halal dan tayib sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur’an. Menurut Agus, konsep halal dan tayib tidak hanya berkaitan dengan cara memperoleh makanan, tetapi juga mencakup kualitas dan kandungan gizi yang terdapat di dalamnya sehingga memberikan manfaat bagi tubuh penerima.

“Halal dan tayib itu bukan hanya sekadar bagaimana makanan itu diperoleh, tetapi juga bagaimana makanan tersebut memiliki kandungan gizi yang baik dan memberikan dampak positif bagi tubuh penerimanya,” jelas Agus.

Karena itu, Agus mengingatkan para chef SPPGM yang memiliki peran penting dalam menyiapkan makanan agar memiliki niat dan komitmen yang sama dalam menjalankan tugasnya. Ia menegaskan, proses sertifikasi tidak boleh dimaknai sebatas pemenuhan administratif, tetapi harus menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas, mutu, dan profesionalisme kerja.

“Sesungguhnya Allah itu mencintai orang-orang yang apabila ia bekerja, bekerja dengan itqan. Itqan sering dimaknai dengan standar kebaikan tertinggi, atau dalam dunia kerja disebut profesional,” pungkas Agus. (Alam)

Tinggalkan Balasan