MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Universitas Siber Muhammadiyah (SiberMu) menggelar Orientasi Mahasiswa Baru sekaligus menyambut penerima beasiswa Pendidikan Penggerak Persyarikatan MSA-Lazismu 2026.
Kegiatan yang berlangsung secara daring pada Sabtu (26/9) ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam meningkatkan kapasitas para penggerak persyarikatan di berbagai jenjang Muhammadiyah dan Aisyiyah di seluruh Indonesia.
Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhammad Sayuti, mengapresiasi program tersebut sebagai inovasi baru dalam pengembangan sumber daya manusia persyarikatan. Menurutnya, program beasiswa ini merupakan bentuk tajdid yang perlu terus dikembangkan untuk memperkuat kapasitas para penggerak organisasi.
“Ini tentu merupakan sebuah tajdid baru di lingkungan persyarikatan untuk mendidik pegawai-pegawai di persyarikatan. Termasuk juga untuk Lazismu, juga akan disediakan untuk seluruh jaringan Lazismu dalam konteks mendidik penggerak-penggerak persyarikatan yang sehari-hari berkantor di PWM, PDM, PCM, PRM,” ujar Sayuti yang juga Ketua Badan Pembina Muhammadiyah Scholarship Agency (MSA).
Kemudian, Sayuti turut menegaskan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi kebutuhan penting seiring dengan perkembangan dan perubahan tantangan yang dihadapi Muhammadiyah.
“Muhammadiyah ini sudah sangat berbeda dari 10, 15, 30, bahkan 114 tahun yang lalu, sehingga kita harus terus meningkatkan kapasitas dan harus terus di-upgrade karena memang kebutuhan organisasi akan terus berubah,” tambahnya.
Senada dengan itu, Ketua Lazismu PP Muhammadiyah, Ahmad Imam Mujaddid Rais, menitipkan amanah kepada para penerima beasiswa agar memanfaatkan kesempatan pendidikan tersebut sebaik-baiknya. Menurutnya, dukungan yang bersumber dari dana zakat Lazismu diharapkan dapat memberikan manfaat bagi penguatan kapasitas kader dan penggerak persyarikatan.
“Mudah-mudahan bapak ibu sekalian dapat sukses menjalani pendidikan di daerah masing-masing melalui SiberMu. Kami juga turut mendorong barangkali masih terdapat wilayah dan daerah Lazismu yang belum aktif, mohon untuk bisa dilaporkan kepada kami supaya ke depannya Lazismu di berbagai daerah dapat semakin hidup,” tuturnya.
Terakhir, Ketua Biro Pengembangan Organisasi Pimpinan Pusat (BPO PP) Muhammadiyah, Punang Amaripuja, menyampaikan terima kasih atas kolaborasi berbagai pihak dalam penyelenggaraan program tersebut.
Ia menyebut kolaborasi antara BPO PP Muhammadiyah, Lazismu PP Muhammadiyah, Dosen Persyarikatan, Biro Pengelolaan Keuangan PP Muhammadiyah, MSA, dan Universitas Siber Muhammadiyah menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan kapasitas penggerak persyarikatan.
Dengan kolaborasi tersebut, Punang berharap program pendidikan bagi penggerak persyarikatan dapat terus diperkuat dan menjadi bagian dari langkah Muhammadiyah dalam mempersiapkan masa depan organisasi.
“Saya rasa ini momen yang baik sekali untuk kita luruskan niat bersama untuk memperbaiki masa depan persyarikatan Muhammadiyah,” sebut Punang. (Bhisma)






