Senin, 21 September 2026
ID EN AR
ID EN AR

Muhammadiyah Didorong Bangun Ekosistem Bisnis dari Kekuatan Daerah

Oleh timredaksi 2 Menit Min
Muhammadiyah Didorong Bangun Ekosistem Bisnis dari Kekuatan Daerah

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BUKITTINGGI – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, menyampaikan kepada Pimpinan  baik di tingkat wilayah maupun daerah agar mengembangkan terobosan bidang ekonomi sesuai potensi daerah masing-masing.

Muhadjir mengatakan, bukan pemilik modal besar yang dapat membangun jaringan bisnis dari pusat melainkan mendorong berbagai potensi dan menjadikannya berjejaring lebih kuat dan luas.

Kemudian untuk prosesnya, Muhadjir menyebut sekaligus menanggapi bahwa Muhammadiyah bertumbuh dari bawah, berbeda dengan pendekatan ekonomi yang dimiliki konglomerat yang bisa langsung membangun jaringan bisnis besar dan menjual sahamnya ke publik.

“Maka Muhammadiyah harus bisa mengukur risk appetite. Umur Muhammadiyah yang panjang, salah satunya karena kehati-hatiannya. Ia tau kapan mempercepat lari, kapan mengambil nafas, dan mengatur ritme agar sampai tujuan dengan tepat,” ungkap Muhadjir pada Sabtu, (20/9) dalam Silaturahmi dan Regional Meeting Muhammadiyah se-Sumatera.

Atas apa yang telah dijalankan Muhammadiyah, pilihan sektor rill lebih tepat mengingat Muhammadiyah yang memiliki ratusan rumah sakit, puluhan ribu sekolah, dan ratusan kampus yang dapat dikapitalisasi menjadi ekosistem ekonomi yang tumbuh dan berkembang.

“Untuk memenuhi kebutuhan Rumah Sakit, Muhammadiyah membangun pabrik infus. Dalam setahun, kebutuhan itu mencapai 16 hingga 18 juta botol, jika 10 hingga 40% saja bisa dipenuhi dari produk sendiri, itu sudah sangat bagus,” jelas Muhadjir ketika mencontohkan pembangunan terkini yang sedang dikembangkan Muhammadiyah itu.

Terakhir, ia juga turut mencontohkan pilihan bisnis lain seperti bisnis bidang ritel. Muhadjir memaparkan bahwa UMKM yang sudah berkembang di kalangan Muhammadiyah perlu masuk ke dalam jejaring bisnis ritel. Baginya, hal itu sangat penting karena sebaik apapun produk UMKM nya jika packaging atau jejaring penjualannya masih konvensional maka akan tetap mengalami kesulitan untuk berkembang.

“Itulah sebabnya, daerah-daerah perlu untuk memunculkan terobosan-terobosan yang kemudian berjejaring satu sama lain,” pungkasnya. (bhisma)

Tinggalkan Balasan