MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang memiliki gerakan untuk membangun tatanan kehidupan manusia di dunia, ternyata juga didesain Kiai Ahmad Dahlan untuk kehidupan akhirat.
Tujuan akhirat itu menjadi perhatian utama yang diletakkan dasar oleh Kiai Haji Ahmad Dahlan ketika mendalami Surat Al Qariah, yang menjelaskan timbangan amal baik dan amal buruk, serta tanggung jawab setelah hari kiamat.
Sesepuh Kampung Kauman Yogyakarta, juga Ketua Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Budi Setiawan mengungkapkan, Muhammadiyah didirikan Kiai Dahlan sebagai wadah orang beramal salih.
Budi menjelaskan, karena dekatnya dan melekatnya Kiai Dahlan dengan Surat Al Qariah, sehingga disinyalir, bahwa Al Qariah ayat 6 sampai 11 juga menjadi inspirasi Kiai Dahlan dalam mendirikan Muhammadiyah sebagai gerakan amal salih.
“Kebaikan yang kita perbuat itu sebanyak mungkin mestinya. Inilah Al Qariah ayat 6 sampai 11 yang menjadi pemikiran Kiai Dahlan,” ungkap Budi Setiawan pada Sabtu (29/8) dalam Pengajian Rutin Masjid Muthohirin, Nitikan, Yogyakarta.
Dia menjelaskan, cara Kiai Dahlan memahami ayat Al Qur’an itu dengan membaca satu ayat kemudian membandingkan dengan ayat lain. Dalam konteks ini, Kiai Dahlan membaca Al Qariah ayat 6 sampai 11, dengan Al A’raf ayat 89.
Bagi Islam, kebaikan harus terus diusahakan. Dalam urusan kebaikan, kata Budi, timbangannya tidak boleh ringan. Terlebih bobot timbangannya lebih ringan dibandingkan dengan timbangan keburukan.
Oleh karena itu, di Muhammadiyah kebaikan yang dilakukan untuk menambah bobot timbangan kebaikan tidak hanya dengan ibadah khusus saja, tapi juga memperbanyak ibadah umum.






