MUHAMMADIYAH.OR.ID, SINJAI — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan menginisiasi pendirian Mentari Mart sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem bisnis dan kemandirian ekonomi Persyarikatan Muhammadiyah. Kehadiran Mentari Mart di Sulawesi Selatan menjadi yang kedelapan di Indonesia.
Peluncuran tersebut menjadi bagian dari pengembangan jaringan ritel Muhammadiyah yang ditargetkan terus bertambah di berbagai daerah. Dalam waktu dekat, Mentari Mart juga akan diresmikan di Universitas Muhammadiyah Jambi pada 4 Oktober mendatang. Selanjutnya, pada November, bertepatan dengan Sidang Tanwir di Palu, Mentari Mart juga direncanakan melakukan grand opening.
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhadjir Effendy menyampaikan, pengembangan Mentari Mart di berbagai daerah merupakan bagian dari langkah Muhammadiyah dalam membangun mata rantai bisnis, khususnya di sektor ritel.
“Seluruh jajaran Muhammadiyah harus segera menginisiasi berdirinya Mentari Mart yang lain, mulai dari skala kecil sampai berskala besar. Ini dalam rangka membangun mata rantai bisnis di Muhammadiyah, terutama di bidang ritel,” ujarnya pada Jumat (25/9) saat menghadiri peresmian Mentari Mart di Universitas Islam Ahmad Dahlan (UIAD) Sinjai.
Ia menargetkan hingga akhir tahun sedikitnya terdapat 20 Mentari Mart yang berdiri di berbagai wilayah Indonesia. Menurutnya, pengembangan jaringan ritel tersebut juga merupakan realisasi dari keputusan Muktamar Muhammadiyah yang telah dirumuskan sekitar satu dekade lalu dalam Muktamar Muhammadiyah di Makassar.
Muhadjir juga mendorong keterlibatan ’Aisyiyah sebagai salah satu penggerak dalam pengembangan Mentari Mart. Ia mengajak jajaran Muhammadiyah dan ’Aisyiyah untuk mengoptimalkan aset Persyarikatan, termasuk lahan milik Muhammadiyah yang belum dimanfaatkan.
“Karena itu, saya mohon dukungan terutama ibu-ibu ’Aisyiyah. Ini motor penggeraknya tentu saja ibu-ibu ’Aisyiyah. Cari saja lahan-lahan yang kosong milik Muhammadiyah, segera dibangun Mentari Mart,” katanya.
Selain memperluas jaringan ritel, Mentari Mart nantinya akan terhubung dengan aplikasi MASA, aplikasi resmi Muhammadiyah. Hal tersebut memungkinkan anggota Muhammadiyah yang telah terdaftar melalui MASA memperoleh manfaat khusus ketika berbelanja di Mentari Mart.
“Siapa pun yang belanja dan sudah terdaftar sebagai anggota Muhammadiyah melalui MASA, nanti bisa mendapatkan diskon, bahkan bisa mengumpulkan poin. Kalau poinnya cukup, hadiahnya umrah,” jelas Muhadjir.
Tidak sampai di situ, pengembangan Mentari Mart juga diarahkan untuk melibatkan generasi muda. Muhadjir mengajak Muhammadiyah merekrut anak-anak muda agar terlibat dalam gerakan ekonomi tersebut.
“Rekrutlah anak-anak muda untuk bergabung di dalam gerakan ini. Insyaallah Muhammadiyah nanti akan ikut menjadi ritel yang sangat besar,” tuturnya.
Ia menambahkan, penguatan sektor ekonomi merupakan bagian penting dalam perjalanan Muhammadiyah. Karena itu, gerakan pengembangan Mentari Mart diharapkan menjadi salah satu langkah konkret dalam membangun pilar ekonomi Persyarikatan.
“Marilah kita membangun mimpi untuk membangun pilar keempat, yaitu pilar ekonomi di Muhammadiyah,” ungkapnya.
Muhadjir menutup pesannya dengan mengingatkan pentingnya keberanian membangun cita-cita dan mewujudkannya melalui langkah nyata.
“Dalam sebuah pepatah mengatakan, apa yang terjadi hari ini adalah mimpi kemarin,” pungkasnya. (Andiva)






