Jumat, 25 September 2026
ID EN AR
ID EN AR

Kemah Santri Muhammadiyah Berakhir, Semangat Menjadi Pemimpin Baru Dimulai

Oleh timredaksi • • 2 Menit Min
Kemah Santri Muhammadiyah Berakhir, Semangat Menjadi Pemimpin Baru Dimulai

MUHAMMADIYAH.OR.ID, MALANG – Rangkaian Kemah Santri Muhammadiyah Nasional (KSMN) ke-2 Tahun 2026 resmi berakhir pada Kamis (24/9) pagi di Bumi Perkemahan Coban Rondo, Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari sejak Senin (21/9) tersebut diikuti 1.523 santri dari 132 regu utusan Pesantren Muhammadiyah se-Indonesia. Penutupan dilaksanakan melalui upacara yang berlangsung khidmat dengan dihadiri Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Saad Ibrahim, Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2) PP Muhammadiyah Maskuri, dan Ketua LP2M PWM Jawa Timur Boy.

Mengusung tema “Menyiapkan Kader Pemimpin Bangsa: Santri Muhammadiyah Disiplin, Mandiri dan Berprestasi”, KSMN ke-2 tidak hanya menjadi ajang perkemahan, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan penanaman nilai-nilai kepesantrenan bagi generasi muda Muhammadiyah.

Dalam sambutannya, Saad Ibrahim menyampaikan apresiasi kepada seluruh kontingen yang telah menjaga disiplin, kebersamaan, dan semangat selama mengikuti seluruh rangkaian KSMN.

Saad menjelaskan, istilah kemah dalam bahasa Arab disebut khiyam. Istilah tersebut juga disebut dalam Surat Ar-Rahman ayat 72 yang menggambarkan tempat yang terjaga.

“Kemah dalam bahasa Arab disebut khiyam. Dalam Surat Ar-Rahman ayat 72 juga disebut khiyam, yang menggambarkan tempat yang terjaga,” ujarnya.

“Kemah saat ini juga berada di tempat yang tinggi. Maka makna kemah bagi para santri Muhammadiyah adalah diproyeksikan untuk naik yang tinggi,” pesan Saad menambahkan.

Karena itu, Saad menekankan pentingnya para santri membangun pola pikir yang jauh ke depan. Santri tidak diharapkan hanya menjadi generasi yang menunggu datangnya masa depan, tetapi perlu mempersiapkan diri sejak dini untuk mengambil peran di tengah masyarakat.

Para santri didorong untuk terus belajar, berkarya, berani memimpin, serta menghadirkan kemanfaatan bagi kehidupan. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal bagi santri Muhammadiyah dalam melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa.

Sementara itu, Ketua LP2 PP Muhammadiyah Maskuri mengatakan KSMN ke-2 merupakan kelanjutan dari pelaksanaan KSMN pertama yang digelar di Karanganyar pada 2024.

Menurutnya, KSMN dirancang untuk menanamkan 20 nilai budaya Pesantren Muhammadiyah kepada para santri. Nilai tersebut di antaranya keikhlasan, tafaqquh fiddin, kejujuran, kedisiplinan, kemandirian, hingga kemampuan berpikir maju.

“Tujuan kemah ini bukan sekadar berkemah, tetapi melatih nilai-nilai budaya Pesantren Muhammadiyah,” jelasnya.

Selama empat hari pelaksanaan, para peserta mengikuti berbagai kegiatan yang memadukan aspek keagamaan, keterampilan, kepemimpinan, dan kebersamaan. Kegiatan tersebut antara lain cek kesehatan gratis, Musabaqah Hifdzil Quran, Musabaqah Dirasah Islamiyah, pidato bahasa Arab, story telling bahasa Inggris, ilqau al-qisshah atau penyampaian cerita dalam bahasa Arab, baris-berbaris, jelajah alam, serta kegiatan kepramukaan Hizbul Wathan.

Selain itu, para santri juga mengikuti berbagai lomba keterampilan sebagai sarana untuk mengembangkan potensi, kreativitas, dan keberanian berkompetisi.

Berakhirnya KSMN ke-2 bukan menjadi akhir dari proses pembentukan karakter para santri. Nilai disiplin, kemandirian, kebersamaan, dan keberanian untuk berpikir jauh ke depan yang diperoleh selama perkemahan diharapkan terus dibawa pulang dan diterapkan di lingkungan pesantren maupun masyarakat.

Melalui KSMN, Pesantren Muhammadiyah tidak hanya menyiapkan santri yang memiliki kemampuan keagamaan, tetapi juga generasi yang siap tumbuh menjadi kader pemimpin bangsa yang mampu belajar, berkarya, dan memberi manfaat bagi umat serta kehidupan yang lebih luas. (Bhisma)

Tinggalkan Balasan