Rabu, 30 September 2026
ID EN AR
ID EN AR

Dapur Gizi Muhammadiyah Diarahkan Bangun Ekosistem Pemberdayaan Masyarakat

Oleh timredaksi • • 2 Menit Min
Dapur Gizi Muhammadiyah Diarahkan Bangun Ekosistem Pemberdayaan Masyarakat

MUHAMMADIYAH.OR.ID, SEMARANG – Sampai dengan awal tahun 2026– bahkan sampai sekarang, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah (SPPGM) melakukan perbaikan sistem dan fisik untuk penerima manfaat.

Namun, dalam waktu bersamaan Badan Pelayanan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah (BPPGM) tengah melakukan penguatan tata kelola dan ekosistem adanya SPPGM sehingga memberikan dampak ganda atau multiplier effect

Hal itu disampaikan Wakil Direktur Investasi dan Pengembangan BPPGM, Nasrullah pada Selasa (8/9) dalam Koordinasi Pengelola SPPGM se-Semarang Raya di Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS).

Nasrullah menegaskan, keberadaan SPPGM tak semata memikirkan profit untuk pribadi, namun harus memiliki orientasi pada kebermanfaatan yang lebih luas. Oleh karena itu, ekosistem di Persyarikatan harus hidup dan dihidupi.

“Kita bukan hanya itu yang dipikirkan, tapi bagaimana setelah itu dampak dari dapur ini berdampak bagi masyarakat sekitar. Itu yang membedakan antara kita dengan mitra-mitra lain,” ungkapnya.

Dapur gizi Muhammadiyah juga diharapkan untuk menggerakkan roda ekonomi pada masyarakat pedesaan, atau kelas ekonomi bawah. Artinya mereka dijadikan sebagai rekanan untuk mensuplai kebutuhan dapur Muhammadiyah.

Tak hanya ekonomi, tapi dapur gizi Muhammadiyah juga diarahkan untuk membangun ekosistem sosial, serta dapat berjalan untuk mendukung gerakan dakwah Persyarikatan Muhammadiyah.

Maka dapur gizi Muhammadiyah tak boleh berdiri di tengah-tengah masyarakat namun tidak memberikan dampak positif ke masyarakat. Dapur gizi ini harus memiliki orientasi pada pemberdayaan masyarakat.

“Kita sudah betul-betul siap dengan apa namanya skema skema pemberdayaan masyarakat,” ungkapnya.

SPPGM Berdampak ke Dakwah Persyarikatan

Pengawas SPPGM Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sumowono, Achmad Mondo Rivai menyampaikan, bahwa keberadaan SPPGM di bawah PCM Sumowono dapat memberikan bantuan ke TK ABA di sekelilingnya.

Sementara itu, Pengawas SPPGM Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Semarang di Bawen, Heri Santoso menambahkan, bahwa dari dapur yang dikelola oleh PDM Semarang.

Sedangkan, Pengawas SPPGM Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Rembang di Lasem, Supriyanti menyampaikan, bahwa SPPGM yang dikelola PDA Rembang menyerap tenaga kerja dari masyarakat sekitar.

Sebagai daerah mayoritas penduduknya adalah Nahdliyin, maka relawan di SPPGM yang dikelola PDA Rembang mayoritas dari jemaah Nahdliyin. Selain itu, beberapa kebutuhan juga dibeli dari salah seorang Kiai di sekitar SPPGM.

Tinggalkan Balasan