Jumat, 25 September 2026
ID EN AR
ID EN AR

Bukan Sekadar Berprestasi, UMT Didorong Jadi Penguat PTMA Lain

Oleh timredaksi • • 2 Menit Min
Bukan Sekadar Berprestasi, UMT Didorong Jadi Penguat PTMA Lain

MUHAMMADIYAH.OR.ID, TANGERANG – Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Kiai Saad Ibrahim berpesan kepada Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) yang baru dilantik Dr. Warsito untuk melanjutkan capaian kepemimpinan sebelumnya sekaligus menghadirkan inovasi yang lebih baik.

Pesan tersebut disampaikan pada Jumat (25/9) dalam pelantikan Rektor UMT masa jabatan 2025–2029.

Kiai Saad juga menyampaikan terima kasih atas pengabdian rektor sebelumnya Desri Arwen yang wafat pada Agustus 2026 lalu.

Ia mendoakan almarhum memperoleh ampunan dan rahmat Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran.

“Intinya Pak Rektor banyak mengambil manfaat dari almarhum yang banyak punya visi ke depan. Meneruskan hal-hal yang baik, capaian-capaian yang luar biasa dari periode sebelumnya, lalu mengambil yang lebih baik ke depannya,” ujar Kiai Saad.

Menurutnya, kepemimpinan dalam perspektif Islam merupakan penerusan misi kenabian, yakni menjaga agama dan mengatur urusan dunia. Karena itu, perguruan tinggi Muhammadiyah memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan pendidikan yang memadukan nilai-nilai keislaman dengan ilmu pengetahuan.

Kiai Saad mencontohkan KH Ahmad Dahlan yang sejak awal mengembangkan pendidikan dengan memadukan ilmu agama dan ilmu umum. Selain pembelajaran Al-Qur’an dan hadis, pendidikan yang dirintis KH Ahmad Dahlan juga mengenalkan ilmu hitung dan ilmu bumi.

Semangat tersebut, lanjut Kiai Saad, perlu terus dikembangkan di seluruh jenjang pendidikan Muhammadiyah, termasuk perguruan tinggi. Dalam konteks UMT, peningkatan mutu perlu menjadi bagian dari keberlanjutan kepemimpinan baru.

Kiai Saad menyebut UMT memiliki 36 program studi, dengan 15 di antaranya telah berstatus unggul. Capaian tersebut perlu terus ditingkatkan sekaligus menjadi modal bagi UMT untuk berkontribusi terhadap perguruan tinggi Muhammadiyah lainnya.

Ia menekankan, kemajuan UMT tidak semestinya hanya diarahkan untuk kepentingan internal kampus. UMT juga diharapkan dapat membantu perguruan tinggi Muhammadiyah lain yang masih membutuhkan penguatan.

“Prestasi hebat adalah kalau kita bersama-sama memikirkan universitas ini, tapi juga universitas lainnya, khususnya Muhammadiyah,” tuturnya.

Menurut Kiai Saad, semangat saling membantu tersebut merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam memajukan pendidikan Muhammadiyah.

“Kita tidak ingin satu dua saja yang baik. Kita ingin semuanya baik,” tegasnya.

Kiai Saad mengingatkan agar setiap ikhtiar dan keberhasilan senantiasa disandarkan kepada Allah SWT. Ia mengutip firman Allah SWT, Nasrun minallahi wa fathun qarib yang berarti pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat. (taufik)

Tinggalkan Balasan