Senin, 21 September 2026
ID EN AR
ID EN AR

Berbagai Isu Akan Dibahas dalam Tanwir Muhammadiyah 2026 di Palu

Oleh ilham 2 Menit Min
Berbagai Isu Akan Dibahas dalam Tanwir Muhammadiyah 2026 di Palu

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA — Sejumlah isu yang berkembang dan menjadi perhatian publik akan dibawa ke Tanwir Muhammadiyah di Palu, Sulawesi Tengah, pada November 2026. Di antara persoalan yang disebut akan dilaporkan dan dibahas ialah isu pertambangan dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal tersebut disampaikan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agung Danarto dalam Lensamu Podcast pada Ahad (20/09). Ia menjelaskan bahwa Tanwir menjadi ruang bagi Muhammadiyah untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus membahas berbagai persoalan yang membutuhkan perhatian bersama.

“Hal-hal yang sensitif, yang menjadi perhatian publik, itu juga perlu kita laporkan. Misalnya tentang tambang, kemudian MBG, dan lain sebagainya,” ujar Agung.

Menurutnya, pembahasan berbagai isu tersebut merupakan bagian dari fungsi Tanwir sebagai forum evaluasi dan konsolidasi organisasi. Pimpinan Muhammadiyah dari berbagai tingkatan akan menyampaikan laporan mengenai pelaksanaan program maupun persoalan yang berkembang selama periode kepemimpinan.

“Di Tanwir itu kita melakukan evaluasi terhadap kinerja organisasi, melakukan konsolidasi, kemudian membuat kebijakan-kebijakan yang diperlukan,” jelasnya.

Agung menegaskan bahwa Tanwir memiliki posisi penting dalam struktur permusyawaratan Muhammadiyah. Muktamar dilaksanakan setiap lima tahun, sedangkan Tanwir digelar sekurang-kurangnya tiga kali dalam satu periode. Karena itu, forum tersebut menjadi ruang untuk melihat perkembangan organisasi sebelum memasuki Muktamar berikutnya.

Tanwir Palu juga menjadi bagian dari persiapan menuju Muktamar Muhammadiyah yang akan digelar di Medan, Sumatera Utara, pada November 2027. Selain mengevaluasi program yang telah berjalan, Muhammadiyah akan membahas berbagai kebutuhan organisasi untuk menghadapi periode berikutnya.

Salah satu agenda besar yang perlu dipersiapkan ialah penyusunan program jangka panjang Muhammadiyah 2027–2047. Program jangka panjang sebelumnya, yang berlaku untuk periode 2005–2025, telah diperpanjang hingga 2027.

Menurut Agung, penyusunan arah jangka panjang Muhammadiyah membutuhkan pembahasan serius dan masukan yang luas agar program yang dihasilkan dapat menjawab kebutuhan Muhammadiyah sekaligus kebutuhan bangsa Indonesia.

Dengan posisi tersebut, pembahasan isu tambang dan MBG di Tanwir menjadi bagian dari proses Muhammadiyah membaca persoalan aktual yang berkembang di tengah masyarakat. Agung tidak merinci dalam kesempatan tersebut bentuk keputusan atau sikap yang akan diambil terkait kedua isu itu.

Tanwir sendiri akan berlangsung di Palu, Sulawesi Tengah, pada November 2026. Pemilihan Palu, menurut Agung, juga dimaksudkan untuk memberi perhatian kepada daerah yang berada di luar pusat-pusat besar sekaligus menunjukkan dukungan terhadap masyarakat Palu yang masih menjalani proses pemulihan setelah bencana gempa, likuefaksi, dan tsunami pada 2018.

Tinggalkan Balasan