MUHAMMADIYAH.OR.ID, JEPARA – Ranting unggulan maupun yang terbaik oleh Lembaga Pengembangan Cabang Ranting Pembinaan Masjid (LPCRPM) tidak untuk dirinya sendiri, melainkan harus mampu menjadi teladan bagi ranting lain.
Pesan itu disampaikan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, dr. Agus Taufiqurrahman dalam Pengajian Triwulan dan Penutupan Rakerwil, Expo dan XRM Unggulan Muhammadiyah Jateng 2026 di Jepara pada Ahad (9/8).
Pesan yang disampaikan dr. Agus ini selaras dengan semangat yang ingin dicapai oleh LPCRPM PP Muhammadiyah, bahwa salah satu penilaian untuk menjadi ranting maupun cabang Muhammadiyah terbaik adalah harus berdampak.
Maka dengan itu diharapkan, kebaikan dan berbagai prestasi yang berhasil diraih oleh ranting maupun cabang Muhammadiyah itu dapat ditularkan– sehingga ranting dan cabang Muhammadiyah di sekitarnya ikut maju bersama-sama.
Ketua PP Muhammadiyah ini menegaskan, bagi ranting maupun cabang Muhammadiyah yang tidak menjadi juara di ajang CRM Award tidak otomatis ranting dan cabang itu jelek, sebab juara ini terkait dengan kuota.
“Karena spirit yang digunakan ini spirit fastabiqul khairat. Oleh karena itu, nanti jika ada ranting juara tidak kemudian jadi takabur. Termasuk yang tidak juara juga tidak mengapa,” ungkap dr. Agus.
Oleh karena itu, ajang perlombaan jangan menjadikan keikhlasan berjuang di Muhammadiyah jadi luntur. Sebab baik yang juara maupun yang tidak semuanya harus dimuarakan niat itu karena mencari keridaan Allah Swt.
“Maka jangan terlalu sedih, karena yang penting adalah terus berikhtiar untuk jadi keteladanan,” imbuhnya.
Bermuhammadiyah, sambung dia, bukan tempat untuk berdusta. Sebab jangan sampai segala perjuangan yang dilakukan oleh warga, kader, bahkan pimpinan di Persyarikatan Muhammadiyah hanya untuk mencari sanjungan dan keduniawian semata.






